Opini

Pers Sehat: Pilar Utama Menuju Ekonomi Berdaulat dan Bangsa yang Tangguh

Pada 9 Februari 2026, bangsa Indonesia kembali merayakan Hari Pers Nasional (HPN), sebuah momen penting untuk merefleksikan peran krusial pers dalam pembangunan nasional. Tahun ini, peringatan HPN mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, yang ditetapkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan mendalam bagi seluruh insan pers untuk memperkuat fondasi demokrasi melalui jurnalisme yang berkualitas, independen, dan berkelanjutan. Di tengah era digital yang penuh tantangan, pers sehat menjadi kunci untuk mewujudkan ekonomi yang mandiri dan bangsa yang resilien.

Pers sehat, sebagaimana diimplikasikan dalam tema ini, mencakup berbagai dimensi. Pertama, kesehatan pers dari segi etika dan profesionalisme. Di Indonesia, pers telah menjadi pilar keempat demokrasi sejak era reformasi, dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 sebagai landasannya. Namun, maraknya berita palsu (hoaks) dan polarisasi informasi di media sosial menuntut pers untuk lebih ketat dalam verifikasi fakta. Menurut laporan Dewan Pers, pada 2025 saja, terdapat ribuan kasus pelanggaran etika jurnalistik yang berdampak pada kepercayaan publik.  Pers sehat berarti pers yang mampu menyajikan informasi akurat, berimbang, dan mendidik, bukan sekadar mengejar klik atau sensasi. Tanpa ini, masyarakat akan terjebak dalam gelembung informasi yang merusak kohesi sosial.

Lebih lanjut, kesehatan pers juga terkait dengan aspek ekonomi. Media massa di Indonesia menghadapi disrupsi digital, di mana pendapatan iklan beralih ke platform global seperti Google dan Meta. Hal ini menyebabkan banyak media lokal kesulitan bertahan, bahkan ada yang gulung tikar. Tema HPN 2026 menekankan bahwa pers sehat harus didukung oleh model bisnis yang berkelanjutan, seperti diversifikasi pendapatan melalui konten premium atau kemitraan dengan pemerintah untuk program literasi media.  Di sinilah kaitannya dengan ekonomi berdaulat: Pers yang kuat secara ekonomi tidak hanya mandiri dari pengaruh asing, tapi juga mampu mengawasi kebijakan ekonomi nasional. Misalnya, liputan investigatif tentang korupsi di sektor infrastruktur atau perdagangan dapat mencegah kebocoran anggaran negara, sehingga memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global seperti perang dagang AS-China atau fluktuasi harga komoditas.

Hubungan antara pers sehat dan bangsa kuat semakin jelas jika kita melihat peran pers dalam membangun kesadaran nasional. Sejarah mencatat bagaimana pers Indonesia berperan dalam perjuangan kemerdekaan, dari surat kabar seperti Soeara Moehammadijah hingga media modern yang mengawal Pancasila. Saat ini, dengan tantangan seperti perubahan iklim, ketimpangan regional, dan ancaman disintegrasi, pers diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat. Di Provinsi Banten, yang menjadi tuan rumah HPN 2026, tema ini diwujudkan melalui maskot Si Juhan (badak Jawa) yang melambangkan kekuatan dan ketangguhan.  Pers sehat akan memperkuat bangsa dengan mempromosikan nilai-nilai persatuan, inovasi, dan keadilan sosial, sehingga Indonesia tidak hanya kuat secara militer, tapi juga dalam hal ketahanan budaya dan ekonomi.

Namun, mewujudkan tema ini bukan tanpa hambatan. Pemerintah perlu memberikan ruang lebih luas untuk kebebasan pers, termasuk merevisi regulasi yang membatasi akses informasi. Sementara itu, insan pers harus meningkatkan kapasitas melalui pelatihan digital dan kolaborasi antar-media. Wakil Bupati Tulungagung, misalnya, menekankan bahwa pers sehat adalah pilar kedaulatan ekonomi, bukan sekadar penyampai berita.  Di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen informasi harus aktif mendukung media berkualitas dengan berlangganan atau melaporkan hoaks.

Pada akhirnya, Hari Pers Nasional 2026 adalah momentum untuk berkomitmen bersama. “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” bukan hanya harapan, tapi agenda nyata yang harus diimplementasikan.

Selamat Hari Pers Nasional bagi seluruh wartawan dan pekerja media di Indonesia. Mari kita bangun pers yang sehat untuk masa depan bangsa yang lebih cerah.

Oleh : Muhdar, S.Ag., M.AP (Pranata Humas Ahli Madya UIN Datokarama Palu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *