Jakarta (24/2/2026) – Universitas Muhammadiyah Palu turut mengambil bagian dalam agenda nasional Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Sharia Investment Forum 2026 yang diselenggarakan CNBC Indonesia bersama Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF pada Selasa (24/2/2026) di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan. Forum tersebut mengusung tema “Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional” dan dirangkaikan dengan peluncuran buku “Pemikiran 99 Ekonom Syariah Indonesia” bertema “Refleksi Ekonomi Syariah Indonesia: Dari Inovasi Menuju Keberlanjutan.”
Sarasehan ini menghadirkan tokoh nasional, regulator, serta akademisi lintas perguruan tinggi. Prof. Dr. (H.C.) KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Ketua Dewan Penasihat CSED INDEF, menyampaikan pesan kunci bahwa pengarusutamaan ekonomi syariah masih membutuhkan kerja lebih keras agar semakin dipahami dan dipraktikkan masyarakat. Rangkaian diskusi dan dialog juga menampilkan beragam isu strategis, mulai dari penguatan tata kelola zakat, pengembangan industri halal, hingga pengelolaan dana haji, sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.
Di tengah forum tersebut, Universitas Muhammadiyah Palu menegaskan kontribusinya melalui karya akademik dosen Fakultas Agama Islam (FAI), Muthmainnah MD., S.E.I., M.E. Ia tercatat sebagai salah satu penulis dalam buku “Pemikiran 99 Ekonom Syariah Indonesia” pada Kluster Keuangan Sosial Syariah dengan judul chapter “Optimalisasi Potensi Zakat untuk Pengentasan Kemiskinan.” Tulisan ini menempatkan zakat tidak hanya sebagai mekanisme distribusi bantuan, melainkan instrumen keuangan sosial yang dapat diperkuat tata kelolanya agar semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdaya guna dalam menurunkan angka kemiskinan.
Kontribusi tersebut mempertegas bahwa perguruan tinggi, termasuk kampus-kampus di daerah, memiliki posisi penting dalam memperkaya wacana ekonomi syariah Indonesia melalui gagasan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Keterlibatan dosen Universitas Muhammadiyah Palu dalam kluster keuangan sosial syariah juga menunjukkan perhatian akademisi terhadap isu yang paling dekat dengan kesejahteraan umat, yakni penguatan zakat sebagai instrumen pemberdayaan.

