Berita  

Menag Kukuhkan Dua Guru Besar UIN Datokarama Palu

Palu (Wartabaru.Id) – Menteri Agama Republik Indonesia Prof Nasaruddin Umar mengukuhkan dua akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu sebagai guru besar, dalam rangka upaya perguruan tinggi tersebut meningkatkan daya saing dan percepatan transformasi kelembagaan.

Dua akademisi UIN Datokarama yang dikukuhkan yaitu Prof Dr Rusli Takunas M.Pd sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Islam Multikultural dan Prof Dr H Askar M.Pd sebagai Guru Besar Bidang Pemikiran Pendidikan Islam. Acara pengukuhan ini berlangsung di Auditorium Kampus 1000 Mimpi tersebut, Ahad 25 April 2026.

“Hari ini saya mengukuhkan Guru Besar. Ini pertama kali, biasanya diwakili. Saya hadir di sini di depan para orang tuanya, para orang terdekatnya, para mahasiswanya, para koleganya. Dan hari ini adalah hari berbahagia untuk kita semuanya,” kata Menag Nasaruddin Umar saat menyampaikan sambutan.

Menag mengatakan dengan bertambahnya dua guru besar yang baru, UIN Datokarama semakin kaya dengan hadirnya guru besar, serta menginspirasi para akademisi lainnya untuk segera menyusul meraih gelar guru besar.

“Saya yakin akan segera menyusul sedemikian banyak guru besar di UIN Datokarama,” ucap Menag.

Dengan bertambahnya dua akademisi tersebut sebagai guru besar, maka UIN Datokarama saat ini memiliki 11 akademisi sebagai Guru Besar yang ahli di berbagai bidang ilmu.

Menag menekankan bahwa, UIN Datokarama harus memiliki 20 Guru Besar hingga tahun 2027, untuk percepatan peningkatan sumber daya manusia dan transformasi kelembagaan.

“Maka PR Pak Rektor adalah membantu mereka yang belum guru besar, agar mempercepat pencapaian gelar guru besar,” tegas Menag.

Menag mengatakan bahwa guru besar harus mampu memadukan atau mengintegrasikan antara ilmu dan dzikir untuk kedalaman spiritual yang melampaui kecerdasan kognitif semata.

“Guru Besar adalah puncak pencapaian akademik bagi para pencari ilmu secara formal. Tetapi jangan lupa, di atas langit masih ada langit. Dan di dalam Al-Qur’an, Allah tidak mengatakan ‘fas’alu ahla ilmi inkuntum la ta’lamun’. Melainkan, Fas’alū ahlaż-żikri in kuntum lā ta’lamun. Tanyakanlah kepada ahli zikir,” kata Menag.

“Apa makna zikir ? ahludz dzikri yaitu yang mencapai puncak kedekatan diri dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jadi PR-nya kita para guru besar, mampu enggak kita menjadi ahli zikir ? tidak hanya menjadi ahlul ilmi. Profesor adalah ahlul ilmi, tapi tidak semua ahlul ilmi itu adalah ahludz dzikri,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir mengatakan bahwa UIN Datokarama terus berupa mendorong percepatan para akademisi mencapai Guru Besar.

Dalam perjalanan kepemimpinan Rektor Profesor Lukman Thahir, telah berhasil mencetak enam orang guru besar.

Sumber : Humas UIN Datokarama Palu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *