Padang Pariaman _ (WartaBaru)– Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 4,5 mengguncang wilayah Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (8/6/2026) pukul 13.39 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 0,88 derajat Lintang Selatan dan 100,25 derajat Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 28 kilometer sebelah selatan Padangpariaman, Sumatera Barat, dengan kedalaman 68 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa bumi dalam yang dipicu aktivitas zona subduksi.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas zona subduksi,” ujarnya dalam keterangan resmi.
BMKG mencatat, guncangan gempa dirasakan di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman dengan intensitas II hingga III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, terasa nyata seperti ada truk yang melintas, serta menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 13.45 WIB juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi resmi terkait perkembangan gempa bumi dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi.
BMKG juga menegaskan bahwa masyarakat hanya perlu merujuk pada informasi yang disampaikan melalui media resmi BMKG guna menghindari penyebaran informasi yang menyesatkan. Hingga saat ini, kondisi di wilayah terdampak dilaporkan aman dan aktivitas masyarakat tetap berlangsung normal.
(EditorWartaBaru/169)


