Warbaru.id. Pamekasan, 26 Januari 2026 – Upaya pemerintah daerah memperkuat jaringan madrasah di Madura makin nyata. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kabupaten Pamekasan, KH. Baddrus Shomad, M.Pd.I, memimpin tim kunjungan kerja ke Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) di Jl. PP. Kembang Kuning Dusun Sumber Desa Lancar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan. Tujuannya jelas yaitu memverifikasi dan mempercepat penerbitan Izin Operasional (IZOP) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kyai Mudrikah Kembang Kuning, agar siap beroperasi tahun ajaran 2026/2027.
Kunjungan ini krusial mengingat IBS PKMKK telah menjadi pusat pendidikan Islam unggulan di wilayah timur Pamekasan. Lembaga yang dikelola Yayasan Kyai Mudrikah Kembang Kuning ini dikenal masyarakat berkat program boarding school terintegrasi, menggabungkan kurikulum madrasah, multimedia, tahfidz, literasi, bahasa dengan pendidikan pesantren tradisional. “Kami datang untuk pastikan semua syarat terpenuhi, dari berkas hingga lapangan,” tegas KH. Baddrus saat memimpin verifikasi.
Tim Kasi Pendma melakukan pengecekan teliti sesuai Juknis Kementerian Agama, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1201 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pendirian Madrasah Masyarakat. Fokus utama kunjungan meliputi upload akun IZOP digital, koordinat lokasi GPS akurat, kesiapan sumber daya manusia (SDM) berlisensi, serta sarana prasarana (sarpras) memadai seperti ruang kelas, laboratorium, dan asrama. “Dokumen sudah hampir lengkap. Tinggal poles koordinat lokasi agar sinkron dengan data pusat,” ujar salah satu tim, yang memastikan proses lolos tahap kanwil sebelum ke Kemenag pusat.
Diskusi intens dengan pengelola yayasan menyoroti keselarasan program MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning dengan Asta Prioritas Kemenag. KH. Baddrus menekankan pendidikan unggul, ramah anak, dan integratif—mengintegrasikan nilai Islam, budaya lokal Madura, serta literasi digital. “Ini bukan sekadar izin, tapi fondasi madrasah berkualitas yang beri dampak jangka panjang bagi anak-anak bangsa,” katanya.
Pengelola IBS PKMKK, yang gaungnya sudah menyebar ke masyarakat sekitar Madura dan Jawa, menyambut hangat dukungan ini. “Saat ini sudah ada 130 calon siswa yang terdaftar dalam inden santri 2026” Jelas Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, MA, Direktur IBS PKMKK.
“Potensi bantuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) langsung terbuka begitu akun EMIS aktif” lanjut Kasi Pendma. “Kami siap revisi koordinat secepatnya. Dukungan Kasi Pendma jadi angin segar,” respons pengelola.
Langkah ini sejalan dengan target Kemenag tingkatkan akses pendidikan madrasah di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Di Pamekasan, madrasah seperti MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning berpotensi kurangi angka putus sekolah, yang masih tinggi di kalangan keluarga miskin. Verifikasi selesai hari ini, dengan harapan IZOP terbit dalam dua minggu. Pengelola IBS PKMKK optimis, madrasah baru ini jadi model pendidikan Islam mandiri di Madura. (mtj)




