
Bukittinggi (WartaBaru.Id) _ Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bukittinggi, Zuwardi, MA, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Sekolah Islam Gender yang diselenggarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bukittinggi, Sabtu, 8 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PMII Cabang Bukittinggi tersebut diikuti oleh kader dan anggota PMII dari berbagai kampus di wilayah Bukittinggi dan sekitarnya.
Sekolah Islam Gender merupakan ruang pembelajaran yang bertujuan memperkuat pemahaman kader terkait relasi laki-laki dan perempuan dalam perspektif Islam. Kegiatan ini diadakan sebagai upaya penegasan bahwa kesetaraan gender bukanlah konsep yang bertentangan dengan nilai agama, melainkan merupakan bagian dari prinsip keadilan yang diajarkan Islam.

Dalam pemaparannya, Zuwardi, MA menekankan bahwa Islam telah memberikan kedudukan yang mulia bagi perempuan. Ia menjelaskan bahwa nilai kesetaraan tidak berarti menyamakan seluruh peran, tetapi menempatkan setiap manusia sesuai martabat, tanggung jawab, dan potensi yang dimilikinya.
“Dalam Al-Qur’an, laki-laki dan perempuan disebut sebagai mitra dalam kebaikan. Keduanya memiliki kesempatan yang sama untuk beramal dan berperan dalam kehidupan sosial. Yang sering terjadi adalah bias budaya yang kemudian disalahpahami sebagai ajaran agama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zuwardi menyebut bahwa perjuangan keadilan gender harus ditempatkan dalam kerangka keagamaan yang berorientasi pada nilai rahmatan lil ‘alamin. Menurutnya, pemahaman agama yang adil akan melahirkan masyarakat yang lebih harmonis, sehat, dan berperadaban.
Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Diskusi berjalan interaktif, dimana sejumlah kader mengajukan pertanyaan terkait isu perempuan dalam organisasi, ruang publik, dan konteks kehidupan keluarga. Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh keterbukaan.
Ketua PMII Cabang Bukittinggi/ Bincat Alimuddin Ritonga , mengapresiasi kehadiran Ketua GP Ansor Bukittinggi dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara organisasi kepemudaan dan mahasiswa sangat diperlukan untuk memperkuat pemahaman keislaman yang moderat dan ramah pada keadilan sosial.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PMII Cabang Bukittinggi berharap lahirnya kader yang memiliki perspektif kritis, progresif, dan mampu memberikan kontribusi keagamaan serta sosial bagi masyarakat luas.
(Warta baru.Id/BiroSumatera/168)
