
Bukittinggi (WartaBaru.Id) – UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menerima kunjungan Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI Wilayah V dalam rangka pendampingan pembangunan Gedung Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2026. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pembangunan infrastruktur pendidikan agar berjalan tepat waktu, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung Rektorat UIN Bukittinggi, Kamis (30/7/2026), disambut langsung oleh Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si., didampingi Wakil Rektor II, Kepala Bagian Umum dan Akademik, serta dihadiri Tim SBSN UIN Bukittinggi, Tim Manajemen Konstruksi, dan Tim Kontraktor pelaksana pembangunan Gedung SBSN Tahun 2026.
Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Itjen Kementerian Agama RI Wilayah V yang memberikan pendampingan terhadap pelaksanaan pembangunan Gedung SBSN. Menurutnya, pendampingan tersebut merupakan wujud sinergi dalam memastikan setiap tahapan pembangunan terlaksana sesuai regulasi sekaligus menghasilkan sarana pendidikan yang berkualitas.
“Kita telah bersepakat agar pembangunan Gedung SBSN ini dapat terlaksana tepat waktu serta menghasilkan bangunan yang sesuai dengan harapan. Amanah yang diberikan kepada UIN Bukittinggi ini harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab sehingga pelaksanaannya dapat terukur, teruji, dan selesai sesuai target waktu yang telah ditetapkan,” ujar Prof. Silfia Hanani.
Ia menegaskan, pembangunan Gedung SBSN merupakan investasi strategis dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan tinggi keagamaan di UIN Bukittinggi. Karena itu, seluruh proses pembangunan harus dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kualitas pekerjaan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tim Itjen Kementerian Agama Wilayah V yang telah memberikan pendampingan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan Gedung SBSN di UIN Bukittinggi. Melalui pendampingan ini, kami dapat melakukan evaluasi, perbaikan, dan penyempurnaan sehingga hasil pembangunan benar-benar memenuhi standar kualitas yang diharapkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Itjen Kementerian Agama RI Wilayah V, Iksan, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan melakukan monitoring sekaligus pendampingan terhadap pelaksanaan pembangunan Gedung SBSN agar seluruh proses berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi yang berlaku.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Itjen bukan hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga memastikan pembangunan aset negara yang dibiayai melalui skema SBSN dapat terlaksana secara efektif, efisien, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Dengan adanya pendampingan ini, kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan pembangunan SBSN berjalan maksimal dan tepat sasaran. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah kelengkapan dokumen, ketepatan penggunaan anggaran, serta penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal sehingga menghasilkan bangunan yang bermutu dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat,” ungkap Iksan.
Melalui pendampingan tersebut, UIN Bukittinggi bersama Tim Itjen Kementerian Agama RI Wilayah V berkomitmen memastikan pembangunan Gedung SBSN Tahun Anggaran 2026 berlangsung secara tertib, akuntabel, dan sesuai target yang telah ditetapkan. Kehadiran Tim Itjen diharapkan semakin memperkuat tata kelola pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkualitas sehingga mampu mendukung peningkatan layanan akademik dan pengembangan kelembagaan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi di masa mendatang.












