Palu (UIN Datokarama) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Datokarama Palu menggelar Seminar Nasional Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Resiliensi Ekonomi dan Moneter Islam dalam Menghadapi Ketegangan Geopolitik dan Ketidakpastian Ekonomi Global”. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-49 UIN Datokarama Palu.
Seminar nasional yang berlangsung dengan penuh antusias itu dihadiri oleh unsur pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta peserta dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi ekonomi syariah. Kegiatan ini menjadi ruang akademik strategis dalam membahas tantangan ekonomi global sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi dan moneter Islam dalam menghadapi dinamika dunia internasional.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Datokarama Palu, Dr. Sagir M. Amin, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar nasional tersebut merupakan bentuk komitmen FEBI dalam menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang relevan dengan perkembangan global saat ini.
Menurutnya, situasi ekonomi dunia yang dipengaruhi oleh konflik geopolitik, inflasi global, ketidakstabilan pasar keuangan, hingga perubahan arah kebijakan ekonomi internasional menuntut lahirnya pendekatan ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan berkeadilan.
“Ekonomi dan moneter Islam memiliki prinsip-prinsip fundamental yang menekankan keseimbangan, keadilan, keberlanjutan, serta stabilitas ekonomi. Nilai-nilai tersebut menjadi sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan global yang tengah dihadapi dunia saat ini,” ujarnya.
Dekan FEBI juga menegaskan bahwa kegiatan seminar nasional tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan tradisi akademik di lingkungan FEBI UIN Datokarama Palu. Selain itu, seminar diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa dan civitas akademika mengenai perkembangan ekonomi syariah di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, terutama dalam momentum Dies Natalis ke-49 UIN Datokarama Palu yang menjadi refleksi perjalanan panjang institusi dalam membangun pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Datokarama Palu, Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag. hadir memberikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan seminar nasional.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa dan dunia, termasuk dalam bidang ekonomi.
Menurutnya, ketegangan geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia telah memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk pada sektor perdagangan, investasi, energi, hingga ketahanan pangan. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan penguatan paradigma ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kemaslahatan.
“Ekonomi Islam menawarkan sistem yang tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan, tetapi juga pemerataan, etika, dan keberpihakan terhadap kemanusiaan. Oleh karena itu, forum akademik seperti seminar nasional ini menjadi sangat penting untuk melahirkan gagasan dan solusi yang konstruktif,” ungkap Prof. Lukman.
Rektor juga berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat posisi UIN Datokarama Palu sebagai pusat pengembangan kajian keislaman yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam bidang ekonomi dan bisnis Islam.
Seminar nasional itu menghadirkan narasumber utama, Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Syariah IAIN Bone, Prof. Dr. Syaparuddin, S.Ag., M.SI. dan dipandu oleh Dr. Sitti Aisya, M.E.I., Wakil Dekan II FEBI UIN Datokarama Palu.
Dalam pemaparannya, Prof. Syaparuddin menjelaskan bahwa sistem ekonomi syariah memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi krisis karena dibangun di atas prinsip keadilan, keseimbangan, dan aktivitas ekonomi berbasis sektor riil.
Ia menilai bahwa ketidakpastian ekonomi global saat ini menuntut adanya transformasi paradigma ekonomi yang lebih humanis dan berorientasi pada keberlanjutan. Menurutnya, ekonomi Islam hadir tidak hanya sebagai alternatif, tetapi juga sebagai solusi terhadap berbagai kelemahan sistem ekonomi konvensional yang rentan terhadap spekulasi dan ketimpangan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan literasi ekonomi syariah, pengembangan industri halal, serta optimalisasi instrumen keuangan syariah sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Diskusi seminar berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta yang menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu ekonomi global dan peran ekonomi Islam dalam menjawab tantangan masa depan.
Melalui kegiatan tersebut, FEBI UIN Datokarama Palu berharap dapat terus mendorong penguatan budaya akademik, pengembangan keilmuan ekonomi syariah, serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.












