Uncategorized  

Forum Komunikasi Paguyuban Bukittinggi Dirikan Posko Bantuan untuk Korban Bencana Agam

Bukittinggi (WartaBaru.id)_Forum Komunikasi Paguyuban Bukittinggi menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan membuka posko bantuan bagi korban banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda Kabupaten Agam sejak tanggal 21/11/2025.  Langkah cepat ini diambil menyusul laporan resmi per 30 November 2025 pukul 20.00 WIB yang mencatat sedikitnya 16 kecamatan terdampak bencana beruntun akibat hujan deras berkepanjangan lebih dari satu minggu. Kondisi ini memaksa ribuan warga membutuhkan penanganan darurat.
Enam belas kecamatan tersebut meliputi Banuhampu, IV Koto, Tanjung Raya, Palupuh, Palembayan, Lubuk Basung, Malalak, Ampek Nagari, Tanjung Mutiara, Matur, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Sungai Pua, Baso, Ampek Angkek, dan Canduang. Beberapa wilayah mengalami kerusakan paling parah, terutama Kecamatan Palembayan dan Malalak Timur yang dihantam banjir bandang besar serta longsor yang merusak permukiman dan akses jalan.
Dalam respon cepatnya, Forum Komunikasi Paguyuban Bukittinggi bergerak bersama DEMA UIN Bukittinggi, UKK Pramuka, dan UKK Rescue untuk menyalurkan bantuan darurat kepada para korban.

 

Koordinator kegiatan, Randa Kurnia, yang juga Wakil Presiden Mahasiswa DEMA UIN Bukittinggi, menegaskan bahwa dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperluas jangkauan bantuan ke titik-titik yang masih sulit dijangkau.

Randa menyampaikan bahwa kondisi masyarakat di sejumlah titik terdampak masih memprihatinkan. Hujan tanpa henti lebih dari satu minggu telah memicu puluhan titik rawan longsor, sementara sungai-sungai di Agam meluap hingga menggenangi permukiman. Dampak signifikan terlihat di Kecamatan Banuhampu, khususnya Nagari Cingkariang yang mengalami banjir pada 23 November 2025 dan merendam tiga rumah warga setinggi 80 sentimeter.
Rumah milik Weni, Nini, dan Yulma menjadi yang paling terdampak, bahkan dapur rumah Yulma mengalami retak akibat tekanan air. Seluruh lokasi telah dibersihkan oleh warga setempat bersama relawan. Namun, bencana susulan kembali terjadi di Cingkariang pada 26 November 2025 ketika angin kencang merobohkan dua atap rumah, meruntuhkan satu kedai, serta merusak berat sebuah garasi.
Kerusakan serupa juga terjadi di Nagari Sungai Tanang yang dilanda angin kencang hingga mengakibatkan kerusakan atap rumah warga. Situasi tersebut langsung ditangani masyarakat dengan gotong royong. Sementara di Nagari Kubang Putiah, dua rumah di Jorong Pincuran Landai dan Jorong Kalumpang mengalami kerusakan pada bagian atap akibat hembusan angin kuat.
Randa Kurnia memastikan bahwa posko bantuan yang digerakkan Forum Komunikasi Paguyuban Bukittinggi akan tetap beroperasi selama masa tanggap darurat. Prioritas bantuan meliputi pendistribusian logistik, asesmen kebutuhan lapangan, serta membantu warga membersihkan material pascabencana. Ia juga mengajak para dermawan dari Sumatera Barat maupun luar daerah untuk terus berkontribusi demi meringankan beban para korban.
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak stabil, Forum Komunikasi Paguyuban Bukittinggi mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kolaborasi lintas komunitas diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan di Kabupaten Agam, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di Sumatera Barat secara keseluruhan.

 

(EditorWartaBaru.Id/BiroSumatera/169)

Exit mobile version