Bukittinggi (WartaBaru.id) – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bukittinggi menggelar kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Umat yang melibatkan kader Ansor dan Fatayat NU Kota Bukittinggi di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan bersama Dr. Al-Amin, S.E.I., M.Pd., M.E., sebagai bagian dari implementasi Proyek Sosial Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN-X) Susbanpim IX yang diselenggarakan di Makassar. Program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta mendorong kemandirian ekonomi kader dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, pemberdayaan ekonomi umat diarahkan tidak hanya pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada penguatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha produktif. Kader Ansor dan Fatayat NU didorong untuk mampu membaca peluang usaha, mengelola UMKM, memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran, serta mengembangkan ekonomi kreatif berdasarkan potensi lokal Kota Bukittinggi.
Dr. Al-Amin menekankan pentingnya peran strategis kader Ansor dan Fatayat NU dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi perlu dilakukan melalui penguatan kapasitas dan keterampilan agar kader mampu memanfaatkan peluang usaha yang tersedia serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Keterlibatan kader perempuan Fatayat NU juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Perempuan memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha produktif, memperkuat ekonomi keluarga, serta mendorong tumbuhnya kegiatan kewirausahaan di tengah masyarakat.
Pelatihan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas kader dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompetitif. Melalui peningkatan literasi kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi, kader diharapkan mampu mengembangkan usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat.
Program Proyek Sosial PKN-X Susbanpim IX Makassar ini diharapkan menjadi langkah nyata GP Ansor Kota Bukittinggi dalam memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan ekonomi umat. Sinergi antara kader Ansor, Fatayat NU, kalangan akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi modal penting dalam menciptakan peluang usaha serta memperluas jaringan kewirausahaan.
Ke depan, kegiatan pemberdayaan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi dilanjutkan melalui pendampingan usaha, penguatan jejaring bisnis, dan pengembangan unit ekonomi produktif. Dengan demikian, kader Ansor dan Fatayat NU tidak hanya berperan dalam penguatan organisasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak kemandirian ekonomi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Bukittinggi.
