Hari Buku Nasional dan Harlah Perpusnas 2026

Bukittinggi (WartaBaru) — Peringatan Hari Buku Nasional dan Hari Lahir Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya literasi di tengah perkembangan teknologi digital. Tema “Literasi Digital untuk Masa Depan Bangsa” dinilai relevan dengan tantangan zaman yang menuntut masyarakat semakin adaptif terhadap arus informasi dan transformasi teknologi.

Mantan Kepala UPT Perpustakaan UIN Bukittinggi periode 2019–2024, Novi Zulfikar, mengatakan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga menyangkut kecakapan memahami, memilah, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Menurutnya, masyarakat harus mampu membangun budaya membaca yang sejalan dengan perkembangan era digital.

“Literasi digital hari ini menjadi kebutuhan mendasar. Generasi muda tidak cukup hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima,” ujar Novi Zulfikar saat memberikan tanggapan terkait peringatan Hari Buku Nasional dan Harlah Perpusnas 2026.

Ia menambahkan, perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi dan pengembangan pengetahuan masyarakat. Kehadiran perpustakaan modern, kata dia, harus mampu menjawab kebutuhan pengguna melalui layanan berbasis digital yang mudah diakses, cepat, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Novi, transformasi perpustakaan di era digital juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pustakawan dituntut untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan literasi yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. “Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapasitas masyarakat,” katanya.

Peringatan Hari Buku Nasional dan Harlah Perpusnas 2026 juga diharapkan dapat mendorong peningkatan minat baca masyarakat Indonesia. Novi menilai budaya membaca harus dibangun sejak dini melalui sinergi antara keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan pemerintah agar tercipta ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan.

Ia berharap momentum peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas literasi masyarakatnya. “Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu mengelola pengetahuan dan teknologi dengan baik. Literasi digital menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang cerdas, produktif, dan berdaya saing global,” tutup Novi Zulfikar.

(EditorWartaBaru/BiroSumatera/169)

Exit mobile version