Berita  

Ketum GP Ansor Pusat Melantik Pengurus PW Ansor Sumbar

Kepengurusan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumatera Barat periode 2024–2028 resmi dilantik oleh Ketua Umum GP Ansor Pusat Addin Jauharuddin dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PW NU Sumbar Ganefri, sejumlah anggota DPRD Sumbar yakni Nanda, Firdaus, dan Bagas, anggota KPU Sumbar Ory Sativa, pengurus PW GP Ansor Sumbar, pimpinan cabang GP Ansor se-Sumbar, badan otonom NU, PMII, Muhammadiyah, GAMKI, PMKRI, serta tamu undangan lainnya.

Zuwardi yang dilantik sebagai Sekretaris PW GP Ansor Sumbar menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelantikan kepengurusan baru tersebut. Ia mengapresiasi kehadiran Ketua Umum GP Ansor Pusat bersama jajaran yang hadir langsung untuk melantik pengurus PW GP Ansor Sumbar.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pelantikan berjalan lancar. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum GP Ansor Pusat beserta rombongan yang telah hadir dan mengukuhkan kepengurusan PW GP Ansor Sumbar. Kehadiran Ketua PW NU Sumbar juga menjadi dukungan penting bagi perjalanan organisasi ke depan,” ujar Zuwardi.

Senada dengan itu, Ketua PW GP Ansor Sumbar Chaydirul Yahya menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada pimpinan GP Ansor Pusat, Ketua PW NU Sumbar, serta para senior Ansor yang dinilai memiliki peran besar dalam membesarkan organisasi di Sumatera Barat hingga berkembang seperti saat ini.
Dalam sambutannya, Ketua PW NU Sumbar Prof. Ganefri menyoroti perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang dinilai telah membawa perubahan besar di berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, kader muda NU harus mampu beradaptasi agar tidak tertinggal dalam arus transformasi teknologi.
“Perkembangan Artificial Intelligence berlangsung sangat cepat. Kader Ansor dan warga NU tidak boleh hanya menjadi penonton. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diperkuat agar AI dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa” kata Ganefri.
Ia menegaskan, kader NU tidak hanya memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keumatan, tetapi juga dituntut berkontribusi nyata dalam pembangunan melalui sektor pendidikan, ekonomi, sosial, teknologi, serta penguatan sumber daya manusia.
Menurut Ganefri, pelantikan PW GP Ansor Sumbar periode 2024–2028 bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum memperkuat komitmen pengabdian bagi umat, daerah, dan negara. Seluruh kader NU di Sumatera Barat diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan nasional sesuai bidang masing-masing.
Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Pusat Addin Jauharuddin menegaskan bahwa setiap periode kepengurusan memiliki tantangan dan karakter sosial yang berbeda sehingga pola pengelolaan organisasi harus menyesuaikan perkembangan zaman.
“Gerakan Pemuda Ansor harus dikelola sesuai dengan konteks zamannya. Perubahan sosial, kemajuan teknologi, pola komunikasi, hingga karakter generasi muda saat ini menuntut penyesuaian dalam kaderisasi dan penguatan organisasi,” ujarnya.
Pelantikan PW GP Ansor Sumbar periode 2024–2028 tersebut sekaligKepengurusan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumatera Barat periode 2024–2028 resmi dilantik oleh Ketua Umum GP Ansor Pusat Addin Jauharuddin dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PW NU Sumbar Ganefri, sejumlah anggota DPRD Sumbar yakni Nanda, Firdaus, dan Bagas, anggota KPU Sumbar Ory Sativa, pengurus PW GP Ansor Sumbar, pimpinan cabang GP Ansor se-Sumbar, badan otonom NU, PMII, Muhammadiyah, GAMKI, PMKRI, serta tamu undangan lainnya.
Wakil Dekan III FEBI UIN Bukittinggi, Zuwardi yang dilantik sebagai Sekretaris PW GP Ansor Sumbar menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelantikan kepengurusan baru tersebut. Ia mengapresiasi kehadiran Ketua Umum GP Ansor Pusat bersama jajaran yang hadir langsung untuk melantik pengurus PW GP Ansor Sumbar.

Ketua Umum GP Ansor Pusat Addin Jauharuddin menegaskan bahwa setiap periode kepengurusan memiliki tantangan dan karakter sosial yang berbeda sehingga pola pengelolaan organisasi harus menyesuaikan perkembangan zaman.
“Gerakan Pemuda Ansor harus dikelola sesuai dengan konteks zamannya. Perubahan sosial, kemajuan teknologi, pola komunikasi, hingga karakter generasi muda saat ini menuntut penyesuaian dalam kaderisasi dan penguatan organisasi,” ujar Addin Jauharuddin.

Ketua PW GP Ansor Sumbar Chaydirul Yahya menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada pimpinan GP Ansor Pusat, Ketua PW NU Sumbar Prof Ganefri, serta para senior Ansor yang dinilai memiliki peran besar dalam membesarkan organisasi di Sumatera Barat hingga berkembang seperti saat ini.
Dalam sambutannya, Ketua PW NU Sumbar Prof. Ganefri menyoroti perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang dinilai telah membawa perubahan besar di berbagai bidang kehidupan. Disamping itu pula, PW NU menyampaikan tentang telah adanya kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumar. Ke depan nya kita upayakan mendirikan Rumah Sakit NU. Menurutnya, kader muda NU harus mampu beradaptasi agar tidak tertinggal dalam arus transformasi teknologi.
“Perkembangan Artificial Intelligence berlangsung sangat cepat. Kader Ansor dan warga NU tidak boleh hanya menjadi penonton. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diperkuat agar AI dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa. ” kata Ganefri.
Ia menegaskan, kader NU tidak hanya memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keumatan, tetapi juga dituntut berkontribusi nyata dalam pembangunan melalui sektor pendidikan, ekonomi, sosial, teknologi, serta penguatan sumber daya manusia.Menurut Ganefri, pelantikan PW GP Ansor Sumbar periode 2024–2028 bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum memperkuat komitmen pengabdian bagi umat, daerah, dan negara. Seluruh kader NU di Sumatera Barat diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam pembangunan nasional sesuai bidang masing-masing.Pelantikan PW GP Ansor Sumbar periode 2024–2028 tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi dan menegaskan komitmen kader Ansor dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, serta ke-NU-an, di tengah dinamika perubahan dan tantangan era digital.us menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi dan menegaskan komitmen kader Ansor dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, serta ke-NU-an, di tengah dinamika perubahan dan tantangan era digital.

(EditorWartaBaru/169#

Exit mobile version