Bukittinggi (WartaBaru)— Forum Ninik Mamak Kader PC NU Kota Bukittinggi yang terdiri dari Priyono Dt. Tunggak Basa, Hendri Dt. Mantari Sutan, Rasboy Dt. Rajo Malintang, Edigusrianto Dt. Rajo Sampono, Yohanesriboy Dt. Rajo Ameh, Risnaldi , Maksum, Hendra Utama, Alimuddin Rambe, dan Riflen menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pihak terkait atas keputusan penundaan pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bukittinggi yang dinilai belum memenuhi ketentuan organisasi.
Dalam pernyataannya, Forum Ninik Mamak Kader NU Kota Bukittinggi menilai keputusan penundaan tersebut merupakan langkah yang tepat demi menjaga marwah organisasi serta memastikan seluruh tahapan Konfercab PC NU Kota Bukittinggi berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU serta peraturan organisasi yang berlaku.
Penundaan Konfercab PC NU Kota Bukittinggi kemarin Sabtu (6/06/2026) di hotel Nikita Bukittinggi juga dipertegas respon Ketua PW NU Sumatera Barat Kiyai Prof Dr Ganefri atas surat pernyataan Forum Ninik Mamak Kader NU Kota Bukittinggi yang dikirim kepadanya lewat WhatsApp.
“kita tunda dulu sebelum clean and clear semua” jawab Prof. Ganefri lewat WhatsApp.
Forum Ninik Mamak Kader PC NU Kota Bukittinggi Priyono Dt Tunggak Basa juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua PW NU Sumatera Barat Kiyai Prof Ganefri dan Ketua Carateker PC NU Kota Bukittinggi Kiyai Azwandi Rahman yang dinilai telah berperan dalam mendorong terlaksananya proses organisasi yang lebih tertib, transparan, dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan kami Ketua PW NU Sumatera Barat Prof Ganefri dan Ketua Karteker PC NU Kota Bukittinggi Kiyai Azwandi Rahman yang telah mengedepankan konstitusi organisasi dalam menyikapi permasalahan PC NU Kota Bukittinggi ini. Penundaan Konfercab PC NU Kota Bukittinggi pada Sabtu (6/06/2026) di Hotel Nikita Bukittinggi merupakan keputusan yang bijaksana untuk menghindari potensi konflik yang lebih besar di kemudian hari dan menjaga persatuan warga Nahdlatul Ulama di Kota Bukittinggi. Artinya tidak ada permasalahan yang tidak selesai dan jika ada permasalahan atas penyimpangan ketentuan Perkum NU pada saat menyelenggarakan Konferensi MWC NU Kecamatan Guguk Panjang, maka harus diulang kembali penyelenggaraannya MWC NU Kecamatan Guguk Panjang dengan mempedomani konstitusi Perkum NU. Sehingga hasilnya Konferensi MWC NU Guguk Panjang benar-benar sesuai dengan Perkum NU seperti dihadiri pengurus NU Ranting kecamatan Guguk Panjang yang berdomisili di kecamatan Guguk Panjang sebagai peserta MWC NU Kecamatan Guguk Panjang,” ungkap Priyono Dt. Tunggak Basa.
Menurut Ninik mamak kader PC NU Kota Bukittinggi, Konfercab Nahdlatul Ulama merupakan forum tertinggi di tingkat cabang yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah kepemimpinan dan program organisasi. Karena itu, seluruh proses pelaksanaannya harus berpedoman pada aturan organisasi serta mengedepankan prinsip musyawarah dan kebersamaan.
Forum Ninik Mamak Kader PC NU Kota Bukittinggi berharap penundaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan dan penyempurnaan seluruh persyaratan yang diperlukan sehingga Konfercab NU Kota Bukittinggi dapat dilaksanakan secara sah, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan yang mendapat legitimasi penuh dari seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Bukittinggi.
Selain itu, mereka mengajak seluruh pengurus, kader, dan warga Nahdliyin untuk tetap menjaga ukhuwah, menghindari perpecahan, serta menjadikan dinamika organisasi sebagai bagian dari proses pendewasaan dalam berorganisasi.
“Dengan mengedepankan aturan dan semangat persaudaraan sesama NU, kami yakin Konfercab PC NU Bukittinggi ke depan dapat berlangsung lebih baik dan membawa kemaslahatan bagi organisasi maupun masyarakat luas,” tutup pernyataan Forum Ninik Mamak Kader NU Kota Bukittinggi.
(EditorWartaBaru/169)












