Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Oleh: Sidi Novi Zulfikar

Setiap manusia membutuhkan udara untuk memenuhi kebutuhan oksigen bagi tubuhnya. Oksigen dihirup setiap saat, sejak manusia membuka mata pada pagi hari hingga kembali beristirahat pada malam hari. Namun, tidak semua manusia mau berhenti sejenak untuk mengenali dan memikirkan apa sebenarnya yang sedang dihirup dalam setiap tarikan napas kehidupan.

Kita sering menerima oksigen sebagai sesuatu yang biasa karena keberadaannya tidak terlihat oleh mata. Padahal, tanpa oksigen kehidupan manusia tidak akan dapat berlangsung. Dari sinilah muncul pertanyaan bagi manusia yang mau berpikir lebih jauh: siapakah yang menjadikan oksigen itu ada? Siapakah yang menciptakan zat yang begitu penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di planet bumi ini?

Oksigen ternyata bukan hanya dibutuhkan oleh manusia. Berbagai makhluk hidup juga memiliki keterhubungan dengan oksigen dalam proses kehidupannya. Karena itu, bagi manusia yang terus mencari rahasia kehidupan, keberadaan oksigen tidak hanya dilihat sebagai fenomena biasa, tetapi juga sebagai bagian dari tanda-tanda kebesaran Zat Yang Maha Menjadikan dan Sang Pencipta semesta alam.

Dalam perspektif ilmu pengetahuan, khususnya ilmu fisika dan kimia, oksigen dipelajari sebagai salah satu unsur penting yang memiliki keterkaitan dengan berbagai zat dan partikel di alam semesta. Para ilmuwan mengkajinya mulai dari sifat-sifat oksigen, struktur molekulnya, hingga berbagai proses perubahan yang terjadi ketika oksigen berinteraksi dengan zat lainnya.

Nikola Tesla pernah menyatakan, “Jika ingin menemukan rahasia alam semesta, pikirkanlah dalam kerangka energi, frekuensi, dan getaran.” Pernyataan ini sering dikaitkan dengan upaya memahami berbagai gejala alam melalui konsep energi dan gelombang. Namun, secara ilmiah, kutipan tersebut perlu dipahami secara hati-hati karena sumber aslinya tidak selalu dapat diverifikasi secara pasti. Dalam kajian fisika modern, energi, frekuensi, dan getaran memang merupakan konsep penting, tetapi penggunaannya harus didukung oleh pengukuran dan bukti yang dapat diuji.

Albert Einstein juga menjelaskan hubungan antara materi dan energi melalui persamaan E = mc². Persamaan tersebut menunjukkan bahwa massa dan energi memiliki keterkaitan yang mendasar. Sementara itu, James Prescott Joule melalui penelitian tentang panas dan kerja turut memperkuat pemahaman bahwa energi dapat berubah bentuk, tetapi tidak hilang begitu saja. Pandangan para ilmuwan tersebut membantu manusia memahami bahwa berbagai proses alam, termasuk proses biologis dalam tubuh, berlangsung melalui perubahan dan perpindahan energi.

Dalam konteks inilah hukum kekekalan energi menjadi salah satu dasar penting dalam ilmu fisika. Energi tidak begitu saja hilang, tetapi dapat mengalami perubahan bentuk maupun perpindahan dari satu sistem ke sistem lainnya. Pemahaman tentang energi tersebut menjadi bagian dari perkembangan pemikiran manusia dalam membaca berbagai fenomena alam, termasuk pembahasan mengenai energi, frekuensi, dan vibrasi yang sering dikaitkan dengan berbagai pemikiran tentang rahasia alam semesta.

Jika manusia mau mengenal oksigen lebih jauh, sesungguhnya manusia sedang belajar mengenal salah satu bagian kecil dari sistem kehidupan yang begitu luas. Ada proses keterhubungan antara oksigen dan tubuh manusia. Oksigen masuk melalui pernapasan, kemudian digunakan tubuh dalam proses metabolisme untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan agar tubuh dapat bergerak, berpikir, dan menjalankan berbagai aktivitas kehidupan.

Artinya, manusia tidak pernah berdiri sendiri dalam menjalani kehidupannya. Ada hubungan yang sangat erat antara manusia, udara, tumbuhan, air, tanah, dan berbagai unsur kehidupan lainnya. Apa yang dihasilkan alam menjadi bagian dari kebutuhan manusia, sementara apa yang dilakukan manusia juga memberikan pengaruh terhadap keseimbangan kehidupan di alam.

Dari sini manusia sebenarnya dapat belajar tentang kebersyahadatan, yaitu kesadaran untuk bersaksi dan mengenal adanya Zat Yang Maha Menjadikan. Setiap tarikan napas yang dilakukan manusia dapat menjadi pengingat bahwa kehidupan ini tidak hanya tentang manusia yang hidup dan beraktivitas, tetapi juga tentang adanya sistem kehidupan yang begitu teratur dan saling berhubungan.

Oksigen yang setiap hari kita hirup merupakan salah satu nikmat yang sering tidak kita sadari. Kita tidak membelinya, tidak menghitung jumlahnya ketika menghirupnya, dan tidak selalu menyadari betapa pentingnya keberadaannya. Namun, ketika oksigen terganggu atau tidak tersedia dengan baik, barulah manusia menyadari bahwa sesuatu yang selama ini dianggap biasa ternyata merupakan bagian yang sangat menentukan keberlangsungan hidup.

Karena itu, sudah seharusnya manusia tidak hanya menikmati oksigen sebagai kebutuhan kehidupan, tetapi juga membangun kesadaran untuk menjaganya. Hutan, pepohonan, dan lingkungan yang sehat memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan di bumi. Merusak alam berarti manusia sedang mengganggu bagian dari sistem kehidupan yang sesungguhnya juga menopang kehidupan manusia itu sendiri.

Maka, setiap tarikan napas sesungguhnya dapat menjadi sebuah pelajaran kehidupan. Ketika manusia menghirup oksigen, ada baiknya manusia juga mengingat bahwa kehidupan ini memiliki keterhubungan yang begitu luas. Ada alam semesta, ada makhluk hidup, ada energi, ada materi, dan ada keteraturan yang berjalan dalam suatu sistem yang tidak sederhana.

Pada akhirnya, mengenal oksigen bukan hanya persoalan mengenal salah satu unsur kimia yang dibutuhkan tubuh. Lebih jauh dari itu, manusia dapat menjadikannya sebagai jalan untuk meningkatkan kesadaran tentang kehidupan, tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus tentang kebersyahadatan kepada Zat Yang Maha Menjadikan dan Sang Pencipta seluruh alam semesta.

Maka, sungguh pantas apabila setiap tarikan napas yang masih diberikan kepada manusia menjadi alasan untuk bersyukur. Sebab, oksigen yang kita hirup setiap hari adalah salah satu nikmat kehidupan yang sering hadir tanpa kita minta, tetapi sangat menentukan keberlangsungan hidup manusia dan seluruh makhluk hidup di planet bumi ini.

Referensi Buku Pustaka

Campbell, N. A., Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A., Minorsky, P. V., dan Reece, J. B. Campbell Biology. Pearson.

Guyton, A. C., dan Hall, J. E. Textbook of Medical Physiology. Elsevier.

Mader, S. S. Biology. McGraw-Hill Education.

Moran, M. J., Shapiro, H. N., Boettner, D. D., dan Bailey, M. B. Fundamentals of Engineering Thermodynamics. Wiley.

Petrucci, R. H., Herring, F. G., Madura, J. D., dan Bissonnette, C. General Chemistry: Principles and Modern Applications. Pearson.

Serway, R. A., dan Jewett, J. W. Physics for Scientists and Engineers. Cengage Learning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *