Berita  

Muhdar Dikukuhkan sebagai Koordinator PTKN IPRAHUMAS Kemenag RI, Dorong Penguatan Jejaring Kehumasan

Jakarta (Wartabaru.Id) – Pranata Humas Ahli Madya Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Muhdar, S.Ag., M.AP., dikukuhkan sebagai Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Ikatan Pranata Humas (IPRAHUMAS) Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pengukuhan Pengurus Cabang Ikatan Pranata Humas Indonesia (IPRAHUMAS) Kementerian Agama RI, Pembinaan dan Rapat Kerja, yang berlangsung selama dua hari, 17–18 September 2026, bertempat di Ruang Pelantikan dan Operation Room (OR) Lantai 2, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta.

Pengukuhan pengurus dilakukan oleh Pengurus Pusat (PP) IPRAHUMAS dan diikuti oleh jajaran pengurus serta perwakilan Pranata Humas di lingkungan Kementerian Agama. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat sinergi dan koordinasi Pranata Humas dalam menjalankan tugas dan fungsi kehumasan pemerintahan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, memberikan sambutan dan arahan kepada para Pranata Humas. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas substansial bagi seluruh Pejabat Fungsional Pranata Humas Kemenag. Insan kehumasan diminta tidak hanya mahir dalam aspek teknis komunikasi, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap agenda strategis pemerintah. 

“Saya berharap kita semua memiliki kepekaan substansial (sense of sensitivity) serta pengetahuan dan pemahaman tentang fungsi Kementerian Agama. Bahkan, kita juga harus mengetahui program-program prioritas nasional, program prioritas Bapak Presiden, dan program prioritas Kementerian Agama, agar kita dapat memosisikan diri dan menyampaikannya secara berkualitas,” tegas Kamaruddin di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut Sekjen, kepekaan substansial menjadi kunci utama agar Humas Kemenag mampu memetakan isu, merancang strategi komunikasi yang tepat, serta menyosialisasikan berbagai capaian dan kebijakan keagamaan secara presisi kepada masyarakat.

Proaktif Membanjiri Ruang Publik dengan Narasi Positif

Sekjen mengingatkan agar Pranata Humas Kemenag tidak hanya bersikap reaktif saat menghadapi dinamika isu di masyarakat, melainkan harus mengambil inisiatif secara proaktif dalam menyebarkan good practices (praktik-praktik baik) keagamaan.

“Isu di bidang keagamaan ini sangat besar dan masif, dan kita adalah pemain utamanya. Kita berharap ruang publik kita, baik di media mainstream maupun media sosial, dipenuhi oleh berita-berita positif dan informasi tentang praktik baik yang telah dilakukan oleh umat beragama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kemenag memegang peran sentral sebagai the guardian of faithatau penjaga nilai-nilai keagamaan. Karena itu, setiap kerja sama dan pembinaan yang dilakukan Kemenag bersama masyarakat harus mampu dikomunikasikan secara profesional, bermutu, dan masif.

Perkuat Peran Pranata Humas PTKN

Pengukuhan IPRAHUMAS Kemenag RI memiliki arti penting bagi penguatan jejaring Pranata Humas pada lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Sebagai bagian dari Kementerian Agama, PTKN memiliki karakteristik kelembagaan yang sangat beragam, baik dari aspek akademik, keagamaan, kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kerja sama nasional dan internasional.

Keragaman tersebut membutuhkan pola komunikasi publik yang profesional, terencana, adaptif, dan mampu menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Koordinator PTKN IPRAHUMAS diharapkan dapat menjadi ruang koordinasi dan kolaborasi bagi para Pranata Humas di lingkungan PTKN. Koordinasi tersebut dapat diarahkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengalaman, pengembangan strategi komunikasi, serta peningkatan kualitas penyebarluasan informasi mengenai berbagai program dan capaian PTKN.

Penguatan jejaring tersebut juga menjadi semakin relevan di tengah perkembangan ekosistem komunikasi digital. Masyarakat kini memperoleh informasi melalui berbagai platform dengan karakteristik yang berbeda. Kondisi ini menuntut Pranata Humas untuk mampu memproduksi informasi yang akurat, cepat, menarik, edukatif, sekaligus sesuai dengan prinsip komunikasi publik pemerintahan.

Dorong Kolaborasi dan Profesionalisme Kehumasan

Sebagai Koordinator PTKN IPRAHUMAS Kemenag RI, Muhdar berharap dapat mendorong komunikasi dan kolaborasi antar-Pranata Humas PTKN dalam menjalankan tugas kedinasan.

Koordinasi tersebut dapat menjadi sarana untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan informasi publik, produksi berita kelembagaan, pengelolaan media sosial, dokumentasi kegiatan, penyusunan strategi komunikasi, hingga pengelolaan isu dan krisis komunikasi.

“Bagi PTKN, fungsi kehumasan memiliki posisi penting dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai pendidikan tinggi kepada masyarakat. Informasi tentang penerimaan mahasiswa baru, prestasi mahasiswa dan dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama kelembagaan, inovasi akademik, hingga berbagai program strategis kampus perlu dikomunikasikan secara efektif agar dapat dipahami publik, ungkap Muhdar.

Di sisi lain, Pranata Humas juga dituntut memiliki kemampuan untuk membangun komunikasi dua arah. Artinya, humas tidak hanya menyampaikan informasi dari institusi kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan aspirasi, kebutuhan, kritik, dan harapan publik untuk menjadi bahan masukan bagi institusi.

Prinsip tersebut sejalan dengan pesan Sekjen Kementerian Agama mengenai pentingnya sense of sensitivity terhadap fungsi instansi. Kepekaan seorang Pranata Humas terhadap lingkungan kelembagaan akan membantu memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan memiliki relevansi dengan kepentingan institusi dan masyarakat.

Momentum Penguatan Kompetensi

Rangkaian kegiatan pengukuhan, pembinaan, dan rapat kerja IPRAHUMAS Kementerian Agama RI pada 17–18 September 2026 tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi dan profesionalisme Pranata Humas.

Melalui pembinaan dan rapat kerja, para Pranata Humas memiliki ruang untuk menyamakan persepsi mengenai arah pengembangan organisasi, mengevaluasi pelaksanaan program, serta merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi kehumasan.

Bagi Pranata Humas PTKN, forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat identitas profesi sekaligus membangun jejaring kerja yang lebih luas. Kolaborasi antar-Pranata Humas diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi komunikasi yang mampu memperkuat citra positif dan reputasi PTKN di tengah masyarakat.

Pengukuhan Muhdar sebagai Koordinator PTKN IPRAHUMAS Kemenag RI juga menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sebagai Pranata Humas Ahli Madya di UIN Datokarama Palu. Pengalaman dalam menjalankan tugas kehumasan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan menjadi modal penting untuk berkontribusi dalam penguatan jejaring profesi Pranata Humas pada tingkat nasional.

Ke depan, peran tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara Pranata Humas PTKN sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan kapasitas profesi.

Dengan semakin kompleksnya tantangan komunikasi publik, Pranata Humas dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan, tidak hanya dalam aspek teknis komunikasi, tetapi juga dalam memahami substansi kebijakan, membaca dinamika publik, mengelola informasi, serta menjaga kredibilitas dan reputasi institusi.

Pengukuhan ini sekaligus menegaskan pentingnya profesionalisme Pranata Humas sebagai bagian dari penguatan tata kelola komunikasi publik di lingkungan Kementerian Agama dan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri.

Melalui koordinasi yang semakin kuat, peningkatan kompetensi, dan kolaborasi antar-Pranata Humas, komunikasi kelembagaan di lingkungan PTKN diharapkan semakin efektif, responsif, dan mampu menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *