
ikom.fisipol.unesa.ac.id., LUMAJANG — Upaya penguatan desa wisata berbasis digital
mulai digencarkan di Desa Ranu Bedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.
Melalui program pengabdian masyarakat, dosen bersama mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi mengadakan workshop pengelolaan website desa dan produksi konten media sosial sebagai langkah strategis untuk memperluas promosi potensi wisata, budaya, dan UMKM lokal melalui media digital.
Kegiatan ini diwarnai dengan diskusi bersama masyarakat dan perangkat desa dalam forum Focus Group Discussion (FGD). Dari forum tersebut terungkap bahwa Ranu Bedali menyimpan kekayaan alam dan budaya yang besar, namun belum sepenuhnya terekspos secara luas. Danau Ranu Bedali, Air Terjun Indrawati, kawasan Gunung Parang, hingga berbagai produk UMKM khas desa dinilai memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan menjadi identitas wisata unggulan.
Di sisi lain, masyarakat juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses transportasi menuju wilayah atas desa hingga minimnya publikasi digital yang selama ini menjadi hambatan pengembangan potensi lokal. Kondisi tersebut mendorong dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk menghadirkan pelatihan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis media sosial, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya branding desa di era digital.
Dalam pelaksanaannya, peserta yang terdiri dari perangkat desa dan pemuda komunitas Pusat Studi Cendekia dibekali kemampuan membuat konten kreatif dengan menggunakan pendekatan storytelling menjadi salah satu fokus utama, terutama dengan mengangkat legenda masyarakat setempat seperti kisah “Bujuk Jaria” dan “Bujuk Epub” sebagai identitas khas Desa Ranu Bedali.
Mereka juga menilai bahwa kawasan Gunung Parang memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata berbasis alam dan konten digital. Lanskap pegunungan, spot fotografi alami, serta kehidupan masyarakat yang masih lekat dengan budaya lokal menjadi kekuatan yang dinilai mampu menarik perhatian wisatawan apabila dipromosikan secara konsisten melalui media sosial.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim Ilmu Komunikasi Unesa telah menyusun rancangan pola konten media sosial yang nantinya akan digunakan oleh desa secara berkala. Konten tersebut dirancang agar mampu menampilkan wajah Ranu Bedali secara lebih dekat, mulai dari wisata alam, aktivitas masyarakat, budaya tradisional, hingga produk UMKM lokal yang selama ini belum banyak dikenal publik.
Tidak berhenti pada pelatihan, mereka juga tengah menyusun peta potensi desa yang akan dijadikan acuan pengembangan program lanjutan. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi kelompok mahasiswa berikutnya maupun pihak lain yang ingin berkontribusi dalam pengembangan Desa Ranu Bedali secara berkelanjutan.
Program ini mendapat sambutan positif dari perangkat desa dan masyarakat setempat. “Kehadiran kalian memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk mulai memanfaatkan ruang digital sebagai sarana memperkenalkan desa kepada khalayak yang lebih luas,”
ungkap Agung sebagai Sekretaris Desa Ranu Bedali. Menurutnya, promosi digital menjadi salah satu jalan yang realistis untuk mempercepat perkembangan desa wisata di tengah keterbatasan pembangunan fisik dan akses infrastruktur.
Melalui kolaborasi ini, dosen bersama mahasiswa dan masyarakat berharap Desa Ranu Bedali dapat tumbuh sebagai desa wisata yang lebih dikenal, mandiri, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital secara kreatif dan berkelanjutan.
Reporter : Zizi, 2026
***
Laboratorium Ilmu Komunikasi Unesa










