
Bukittinggi (WartaBaru) – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi berpartisipasi memberikan kontribusinya dalam kegiatan Program Sekolah Keluarga Gemilang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi. PSGA LP2M mengutus 2 (dua) orang dosen sebagai fasilitator dan narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Dr. Linda Yarni dan Dr. Hidayani Syam.
Program Sekolah Keluarga Gemilang merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperkuat ketahanan keluarga guna melahirkan generasi emas yang berkualitas, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
Program ini dibuka secara resmi (27/04/2026) oleh Pemko Bukittinggi yang penyelenggaraannya berlangsung selama dua kali dalam sepekan, setiap Selasa dan Kamis, mulai 28 April hingga 23 Juni 2026. Sebanyak 30 keluarga yang mewakili 24 kelurahan di Kota Bukittinggi sebagai peserta program sekolah keluarga gemilang. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi yang terkait dengan penguatan keluarga, pola pengasuhan anak, komunikasi keluarga, hingga pengembangan kapasitas orang tua dalam menghadapi era digital.
Dalam kegiatan tersebut Linda Yarni dipercaya menjadi fasilitator dan narasumber di 6 (enam) kelurahan. Ia memberikan pembelajaran masing-masing 1 (satu) kali pertemuan di Kelurahan Parit Antang, Manggis Ganting, Kubu Tanjung, dan Benteng Pasar Atas, serta 2 (dua) kali pertemuan di Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang. Materi yang disampaikan meliputi Menjadi Orang Tua Tangguh di Era Digital, Membangun Motivasi Diri, dan Quality Time dalam Keluarga.
Linda Yarni menjelaskan penguatan kapasitas keluarga menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat. Orang tua saat ini tidak hanya dituntut mampu memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga harus hadir sebagai pendamping yang efektif dalam setiap tahap tumbuh kembang mereka.
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Karena itu, orang tua perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, serta pola pengasuhan yang adaptif agar mampu membimbing anak menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk pengaruh teknologi digital dan perubahan sosial yang terus berkembang,” jelas Linda Yarni.
Ia menambahkan, melalui program Sekolah Keluarga Gemilang, para orang tua diharapkan dapat memperkuat peran mereka dalam membangun komunikasi yang sehat, menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, serta menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan sebagai fondasi pembentukan karakter anak.
Sementara itu, Hidayani Syam sebagai fasilitator dan narasumber juga memaparkan materi dihadapan peserta di sejumlah kelurahan. Ia memberikan materi masing-masing 1 (satu) kali pertemuan di Kelurahan Kubu Tanjung dan Pakan Kurai, serta 2 (dua) kali pertemuan di Kelurahan Kayu Kubu dan Campago Ipuh.
Materi yang disampaikan Hidayanisyam meliputi: Menjadi Orang Tua Tangguh di Era Digital, Peran Ayah dan Ibu dalam Pengasuhan, Manajemen Konflik dalam Keluarga, dan Quality Time dalam Keluarga. Materi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya kerja sama orang tua dalam membangun lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung perkembangan anak.
Hidayani Syam mengungkapkan tentang menjadi orang tua tangguh di era digital bukan sekadar mampu mengawasi penggunaan gawai oleh anak, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai pendidikan dalam keluarga.
Di era digital saat ini, orang tua harus menjadi teladan sekaligus sahabat bagi anak. Kehadiran teknologi tidak bisa dihindari, namun dapat dikelola melalui komunikasi yang terbuka, pendampingan yang konsisten, dan penanaman nilai-nilai agama serta karakter yang kuat sejak dini,” ungkap Hidayanisyam.
Kerjasama Pemko Bukittinggi dengan PSGA LP2M UIN Bukittinggi dalam Program Sekolah Keluarga Gemilang dapat menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program pembangunan keluarga di kota. Melalui sinergi antara akademisi dan pemerintah kota, diharapkan lahir keluarga – keluarga yang tangguh, harmonis, dan mampu menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi emas Indonesia di masa depan.
(EditorWartaBaru/169)












