
Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan pelaksanaan upacara di area terbuka, pihak kampus segera mengalihkan rangkaian kegiatan Hari Guru Nasional ke auditorium Gedung Student Center. Meski berpindah lokasi, upacara tetap berlangsung tertib dan khidmat, tanpa mengurangi esensi peringatannya.
Rektor UIN Bukittinggi, Prof Dr Silfia Hanani, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pendidik kampus. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Guru Nasional merupakan momentum penting untuk menghargai dedikasi dan pengabdian guru dalam membangun kualitas pendidikan.
Prof Silfia juga menyoroti tema Hari Guru Nasional 2025, yaitu “Merawat Semesta dengan Cinta.” Menurutnya, tema ini menggugah para pendidik untuk memahami bahwa pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga proses memanusiakan manusia dan merawat kehidupan dalam bingkai spiritualitas, ekologi, dan kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa guru masa kini memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai-nilai yang menumbuhkan harmoni antara manusia dan lingkungan. Spirit tersebut, ujarnya, sejalan dengan semangat Hari Guru Nasional yang mendorong guru menjadi agen perubahan dalam mewujudkan kedamaian sosial dan kelestarian bumi.
Upacara Hari Guru Nasional di UIN Bukittinggi juga menggemakan pesan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang dalam pidatonya menegaskan peran strategis guru dalam membentuk karakter bangsa. Menteri menekankan bahwa peringatan Hari Guru Nasional harus menjadi pengingat bahwa guru adalah lokomotif utama lahirnya generasi unggul, moderat, dan peduli lingkungan.
Prof Silfia turut mempertegas pesan tersebut kepada seluruh peserta upacara. Ia menegaskan bahwa UIN Bukittinggi berkomitmen menjadikan Hari Guru Nasional sebagai momentum memperkuat jati diri dosen dan tenaga kependidikan sebagai teladan intelektual dan moral bagi mahasiswa.
Di akhir kegiatan, upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi seluruh pendidik. Meski dilaksanakan dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat, rangkaian peringatan Hari Guru Nasional di UIN Bukittinggi tetap berlangsung lancar, sarat penghormatan, dan menggambarkan dedikasi tinggi sivitas akademika dalam memuliakan profesi guru.
(EditorWartaBaru/BiroSumatera/169)