SALATIGA – Monika Rosalinda, mahasiswi Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Salatiga, sukses mengharumkan nama almamater di kancah internasional. Ia terpilih sebagai salah satu dari 30 delegasi pemuda berdampak Indonesia dalam ajang International Youth Connection bertema “Special Earth Day Edition” yang digelar di Singapura dan Malaysia pada 20–23 April 2026.
Tak sekadar hadir, Monika berhasil menyabet penghargaan bergengsi Best Project dalam kompetisi Idea Innovation SDGs 13. Inovasinya berupa pengolahan limbah makanan menjadi biochar dinilai sebagai solusi cerdas untuk menekan emisi karbon sekaligus mengatasi masalah sampah organik.
Prestasi gemilang ini mendapat apresiasi tinggi dari Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. Ia menyebut capaian Monika sebagai bukti nyata kualitas mahasiswa UIN Salatiga di level dunia.
“Selamat dan sukses selalu. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Salatiga siap bersaing di kancah global dan memiliki kemampuan yang mumpuni,” ujar Prof. Zakiyuddin.
Lebih lanjut, ia menilai raihan ini memantapkan visi besar universitas sebagai pusat unggulan sains dan teknologi yang berbasis pada keluhuran martabat kemanusiaan. “Semoga hal ini bisa mendorong sivitas akademika lainnya untuk terus bergerak dan mengukir prestasi,” pungkasnya.
Senada dengan Rektor, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Prof. Dr. Agus Waluyo, M.Ag., menyatakan kebanggaannya atas inovasi yang lahir dari mahasiswanya. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam isu lingkungan global (SDGs) sangat relevan dengan semangat bisnis modern.
“Prestasi Monika adalah bukti bahwa mahasiswa FEBI mampu mengintegrasikan ilmu bisnis digital dengan isu-isu keberlanjutan. Kami terus berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berinovasi di kancah internasional,” tegas Prof. Agus Waluyo.
Dalam presntasinya, Monika menyampaikan gagasanya di hadapan delegasi dari tiga negara secara gemilang. Inovasi biochar yang ia tawarkan dianggap sangat aplikatif karena mampu meningkatkan kualitas tanah sekaligus menjadi penyerap karbon yang efektif.
“Semoga pengalaman ini dapat memotivasi teman-teman mahasiswa UIN Salatiga untuk terus berkembang, berani berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Monika.












