Bukittinggi (wartabaru.id) – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Endrizal, menilai dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat harus menjadi momentum bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bangkit, memperkuat usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Endrizal, melalui dukungan pemerintah dan semangat pelaku usaha untuk memulihkan kegiatan ekonomi, UMKM di Sumatera Barat memiliki peluang untuk berkembang lebih baik dan naik kelas setelah melewati berbagai tantangan akibat bencana.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pendampingan Penguatan Kapasitas Produksi dan Perluasan Akses Pembiayaan bagi Wirausaha UMKM Terdampak Bencana yang dilaksanakan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI di Auditorium Gedung Student Center UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Kamis (15/10/2026).
“Bantuan yang diterima oleh pelaku UMKM di Regional 1 Sumatera Barat dapat menjadi peluang untuk naik kelas ketika berhasil melewati ujian atau tantangan, seperti dampak bencana banjir beberapa bulan yang lalu di Sumatera Barat. Melalui upaya pemulihan ekonomi dan semangat masyarakat untuk bangkit lewat usaha UMKM, bukan tidak mungkin pelaku UMKM dapat mencapai kehidupan yang makmur dan sejahtera,” ujar Endrizal.
Ia menegaskan, upaya pemulihan UMKM tidak hanya berkaitan dengan mengembalikan aktivitas usaha yang sempat terdampak bencana, tetapi juga perlu diarahkan pada peningkatan kemampuan pelaku usaha agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Menurutnya, semangat masyarakat untuk bangkit melalui kegiatan usaha harus didukung dengan berbagai program yang mampu memperkuat kapasitas produksi, membuka peluang pemasaran, serta memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan.
Program pendampingan yang dilaksanakan Kementerian UMKM RI tersebut menyasar sebanyak 638 pelaku UMKM terdampak bencana di Provinsi Sumatera Barat. Program ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pelaku usaha agar lebih produktif dan berdaya saing.
Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Rahmadi, menjelaskan bahwa program tersebut dilaksanakan melalui tiga bentuk intervensi utama, yakni kemudahan akses pembiayaan bagi 219 UMKM, peningkatan kapasitas wirausaha bagi 255 UMKM, serta peningkatan akses pasar bagi 164 UMKM.
Ketiga intervensi itu dirancang untuk membantu pelaku UMKM memperkuat pengelolaan bisnis, meningkatkan produktivitas, memperluas pemasaran produk, dan memperoleh akses permodalan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM juga didorong untuk memanfaatkan digitalisasi, memperkuat jejaring bisnis, mengembangkan kemitraan, serta meningkatkan peluang pemasaran melalui Katalog Elektronik dan layanan SAPA UMKM.
Kegiatan ini dihadiri Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Endrizal, Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI Rahmadi, serta perwakilan dinas yang membidangi UMKM dari Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap pendampingan dan dukungan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku UMKM untuk memulihkan perekonomian keluarga sekaligus mengembangkan usaha ke arah yang lebih baik.
“Semoga Bapak dan Ibu yang hadir dalam acara ini dapat menjadi pelaku usaha UMKM yang sukses dan berhasil. Sehingga bantuan dari pemerintah kepada Bapak dan Ibu semuanya dapat bermanfaat dalam pemulihan ekonomi,” ujar Prof. Silfia Hanani.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam pemulihan UMKM agar pelaku usaha tidak hanya kembali menjalankan kegiatan ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan produksi, memperluas pemasaran, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Rahmadi, menyampaikan apresiasi kepada Rektor UIN Bukittinggi atas dukungan dan fasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ratusan pelaku UMKM terdampak bencana tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi, Rahmadi menyerahkan plakat penghargaan kepada Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani atas dukungan terhadap pelaksanaan program pendampingan pemulihan UMKM di Sumatera Barat.
Melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat tidak hanya mampu memulihkan usaha, tetapi juga menjadikan pengalaman menghadapi bencana sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera.
