
Pamekasan(Wartabaru.id) – Untuk mencetak pemandu wisata yang profesional, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura sukses melaksanakan Perkuliahan Luar Kelas (PLK) bersama salah satu dosen tetap Universitas Negeri Malang (UM) Dr. Medias Abror Wicaksono, M. Pd yang berlangsung di Aula perpustakaan kampus, di Jl. Raya Panglegur No.Km. 4, Barat, Ceguk, Rabu (16/05/2026) .
Kegiatan dengan bertajuk “Pembelajaran Bahasa Arab untuk Pemadu Wisata” tersebut dihari langsung oleh Ketua Prodi (Kaprodi) PBA UIN Madura Dr. Siti Maisarah , M. Pd, i, Kepala Perpustakaan UIN Madura Dr. Mustajab,S.Ag,S.IPI.M. Pd,C.PS, Dosen PBA UIN Madura Dr. Nurul Hadi dan Ach. Syarofi, M. Pd serta diikuti oleh mahasiswa semester 6 PBA UIN Madura.
Dalam kesempatan itu, Nurul Hadi selaku pemegang mata kuliah isu-isu kontemporer Bahasa Arab menuturkan, kegiatan PKL ini bertujuan untuk menimba ilmu bagi mahasiswa PBA UIN Madura menjadi pemandu wisata kepada pakarnya langsung.
“Pemateri kita hari ini spesial, selain menjadi dosen di salah Universitas unggul di Malang, beliau adalah pemandu wisata asing terutama orang Arab yang ingin liburan di Indonesia, seperti menikmati liburan di Jakarta, bali, Malang,” Ucapnya.
Ia menambahkan, pondasi utama bagi mahasiswa untuk memulai menjadi pemandu wisata profesional ialah harus memiliki mental melayani.
Sementara Kaprodi PBA UIN Madura Siti Maisaroh sangat mendukung dan memberikan apresiasi pada acara kegiatan PKL ini, menurutnya, kegiatan PKL ini sangat menunjang untuk kemajuan Prodi PBA.
“kegiatan ini menjadi jembatan kepada mahasiswa PBA untuk tidak sekedar menjadi guru, alumni PBA juga bisa berkecipung menjadi pemandu wisata yang profesional seperti pemateri kita hari ini,” tutur bu Mai, sapaannya.
Medias Abror Wicaksono selalu pemateri memberikan paparan tentang bagaimana proses menjadi pemandu wisata profesional. Menurutnya, mahasiswa PBA harus memiliki kemampuan Bahasa Arab yang komukatif.
“Pertama, harus komunikatif bisa dimulai dengan memperbanyak kosa kata tentang wisata tiap harinya, memperbanyak membaca dan menulis spesifik, serta yang kedua, memahami interkultural skill mulai dari memahami budaya Arab, adab berbicara hingga kebiasaan wisata, ” Jelasnya.
Ia menambahkan, yang terpenting dan utama bagi pemandu wisata profesional bisa memiliki skill pariwisata mulai dari gulding technique, storyteling destinasi, pengaturan jadwal, pelayanan kepada tamu, konten dan dokumentasi.