Bukittinggi (WartaBaru.Id) – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan sumber daya manusia berkualitas melalui Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal itu ditandai dengan keberhasilan Abdul Azis meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Islam Melalui Kegiatan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Kota Bukittinggi” pada sidang terbuka yang digelar di Gedung Serbaguna Student Center Kampus III Kubang Putih, Rabu (5/8/2026).
Sidang terbuka dipimpin langsung oleh Ketua Sidang yang juga Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si. Suasana promosi doktor berlangsung semarak. Lebih dari 240 karangan bunga dari pengurus BKMT Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung dan berbagai daerah lainnya menghiasi jalan menuju lokasi sidang. Ratusan jamaah, tokoh masyarakat, pengurus BKMT, serta para dai dan mubalig dari berbagai daerah juga memadati ruang sidang sebagai bentuk dukungan kepada promovendus.
Dalam disertasinya, Abdul Azis mengkaji proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Islam melalui BKMT di Kota Bukittinggi dengan menggunakan pendekatan kualitatif etnografi. Penelitian tersebut menemukan bahwa BKMT telah berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam nonformal yang memiliki kurikulum, sistem pembinaan, dakwah wisata, serta tradisi riyadhoh yang mampu memperkuat pembentukan karakter keislaman masyarakat.
Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, mengatakan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa FTIK melalui Program Studi S3 PAI terus menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.
“UIN Bukittinggi, khususnya FTIK, berkomitmen melahirkan doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan masyarakat. Penelitian tentang BKMT ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam berbasis masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun karakter, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan memperkokoh kehidupan sosial umat,” ujar Prof. Silfia Hanani.
Ia juga mengajak para pengurus BKMT, dai, dan tokoh masyarakat untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan tinggi.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi para penggerak dakwah untuk melanjutkan studi di UIN Bukittinggi. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusianya, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat,” tambahnya.
Ketua Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam FTIK UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Wedra Aprison, menilai disertasi Abdul Azis menghadirkan kebaruan ilmiah dalam kajian Pendidikan Agama Islam karena mengangkat BKMT sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal yang memiliki sistem pembelajaran, kurikulum, dan proses internalisasi nilai melalui tradisi riyadhoh.
“Penelitian ini memperkaya khazanah keilmuan Pendidikan Agama Islam sekaligus mempertegas bahwa BKMT memiliki kontribusi besar dalam membangun pendidikan berbasis masyarakat. Program Studi S3 PAI FTIK UIN Bukittinggi akan terus mendorong lahirnya riset-riset doktoral yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan pemberdayaan umat,” kata Prof. Wedra Aprison.
Setelah melalui rangkaian ujian yang dipenuhi berbagai pertanyaan kritis dari tim penguji, Ketua Sidang Prof. Silfia Hanani membacakan keputusan bahwa Abdul Azis dinyatakan lulus sebagai Doktor Pendidikan Agama Islam dengan predikat Sangat Memuaskan. Keberhasilan tersebut sekaligus menambah deretan doktor yang dilahirkan FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi melalui Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam.
