Uncategorized  

Kepala UPT Perpustakaan UIN Madura paparkan gagasan visioner tentang redefinisi konsep perpustakaan modern berbasis kecerdasan literasi dan penguatan budaya intelektual.

Madura (WartaBaru.Id)— Kepala UPT Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Dr. Mustajab, menyampaikan pandangan dan terobosan pemikiran mengenai konsep Perpustakaan Cerdas dalam wawancara eksklusif dengan WartaBaru.Id. Menurutnya, istilah smart library yang mulai menjadi tren di berbagai perguruan tinggi tidak boleh dipahami hanya sebatas simbol modernisasi, digitalisasi berbasis perangkat elektronik, ataupun sekadar agenda reformasi fasilitas. Ia menegaskan bahwa perpustakaan cerdas merupakan konsep fundamental yang bertujuan mengembalikan perpustakaan kepada hakikatnya sebagai institusi pembentukan kecerdasan ilmiah dan pematangan karakter intelektual sivitas akademika.

“Selama ini kita sering terjebak dalam persepsi bahwa perpustakaan cerdas identik dengan teknologi canggih, fasilitas digital, dan gedung megah. Padahal esensi kecerdasan perpustakaan justru terletak pada kemampuan menghadirkan layanan yang mudah diakses, efektif, tepat guna, dan benar-benar memberikan dampak kecerdasan bagi penggunanya,” ujar Dr. Mustajab membuka percakapan.

Ia menilai, pemahaman keliru tentang perpustakaan cerdas berasal dari kecenderungan mengikuti arus digitalisasi global secara instan tanpa memahami konteks kebutuhan pengguna. Banyak perguruan tinggi, menurutnya, berlomba melakukan modernisasi berbasis teknologi melalui self service system, e-library, online repository, hingga perangkat digital bernilai tinggi, namun sering kali hanya sebatas untuk branding institusional. Konsep tersebut tampak mewah, tetapi tidak selalu menyentuh kebutuhan esensial para pemustaka yang sesungguhnya membutuhkan bimbingan literasi, relevansi informasi, serta akses pengetahuan yang cepat dan mudah.

“Perpustakaan cerdas bukan berarti perpustakaan mahal atau penuh perangkat elektronik canggih,” tegasnya penuh penekanan. “Melainkan perpustakaan yang menjadi jembatan ilmu pengetahuan yang sederhana namun strategis dalam mencerdaskan pengguna. Sederhana bukan berarti minim fasilitas, tetapi tepat guna, tepat sasaran, dan tepat manfaat.”

Makna Perpustakaan dalam Perspektif Kecerdasan Literasi

Dalam pandangan Dr. Mustajab, perpustakaan memiliki makna filosofis yang jauh lebih luas dibandingkan fungsi administratif dan penyimpanan buku. Perpustakaan adalah ruang penyemaian kecerdasan, tempat pembentukan nalar, dan pusat penggodokan ide serta gagasan. Karena itu, perpustakaan harus diposisikan sebagai learning partner, bukan sekadar reading warehouse atau tempat penyimpanan dokumen dan bahan bacaan.

Ia menekankan bahwa perbedaan antara pintar dan cerdas harus menjadi landasan utama. Pintar hanya menunjukkan kemampuan mengingat dan menguasai informasi, sedangkan cerdas menggambarkan kemampuan memahami, menganalisis, mengkritisi, mengolah, dan mengimplementasikan informasi menjadi nilai tambah dan solusi bagi kebutuhan kehidupan. Dalam konteks tersebut, perpustakaan harus memfasilitasi proses transformasi informasi menjadi ilmu, dan ilmu menjadi kecerdasan yang aplikatif dan konstruktif.

“Tidak cukup hanya menjadi pintar,” ucapnya tegas. “Pintar berarti memiliki informasi, tetapi cerdas berarti mampu memaknai dan mengolah informasi. Melalui perpustakaan, informasi harus bisa berubah menjadi ilmu, dan ilmu wajib berkembang menjadi kecerdasan yang bermanfaat bagi masyarakat.”

Perpustakaan sebagai Ruang Akses Pengetahuan Tanpa Rintangan

Menurut Dr. Mustajab, ukuran keberhasilan perpustakaan bukanlah pada seberapa megah bangunan fisiknya, seberapa luas koleksinya, ataupun seberapa banyak perangkat digital yang tersedia, melainkan pada keberhasilan menyederhanakan akses dan memberikan manfaat nyata bagi pemustaka. Layanan perpustakaan harus bebas dari birokrasi yang menyulitkan, tidak menimbulkan kesan eksklusif, dan mampu menjangkau seluruh unsur sivitas akademika.

Perpustakaan yang cerdas, lanjutnya, merupakan perpustakaan yang inklusif dan bersahabat, di mana mahasiswa, dosen, peneliti, hingga masyarakat umum dapat memanfaatkan sumber ilmu secara mudah tanpa hambatan teknis atau prosedural yang menimbulkan jarak psikologis. Model layanan yang terlalu prosedural, rumit, dan terkesan formalistik justru dapat menghambat semangat literasi dan menurunkan minat kunjungan.

Peran Strategis dalam Sistem Akademik dan Riset Perguruan Tinggi

Dalam konteks pendidikan tinggi, perpustakaan merupakan elemen vital dalam ekosistem tri dharma perguruan tinggi. Dr. Mustajab menyebut bahwa perpustakaan harus menjadi mitra strategis dalam kegiatan penelitian ilmiah, penulisan karya akademik, pengembangan jurnal, serta publikasi ilmiah nasional dan internasional. Layanan perpustakaan juga harus berorientasi pada peningkatan kemampuan literasi informasi, research skill, publikasi ilmiah, ethic of academic writing, dan pengelolaan referensi ilmiah berbasis teknologi seperti reference manager.

Menurutnya, perubahan paradigma dari book-centered menjadi knowledge-centered service harus segera diterapkan di seluruh perpustakaan perguruan tinggi. Hal ini akan mengarahkan perpustakaan untuk tidak hanya mengoleksi bahan bacaan, tetapi juga memproduksi dan mengkonstruksi kemajuan ilmu pengetahuan secara aktif dan progresif.

Perpustakaan dalam Perspektif Peradaban dan Moderasi Ilmu

Menutup wawancaranya, Dr. Mustajab menyampaikan harapannya mengenai masa depan perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi Islam. Ia menegaskan bahwa perpustakaan cerdas adalah konsep peradaban, bukan sekadar modernisasi fasilitas. Perpustakaan harus mampu memadukan nilai-nilai keislaman, intelektualitas, kemanusiaan, dan kemajuan teknologi secara selaras dan berimbang. Dengan perpustakaan yang aktif, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan akademik, ia yakin akan lahir generasi ilmuwan, pemikir, dan pemimpin masa depan yang berkarakter serta menguasai ilmu pengetahuan secara mendalam.

“Perpustakaan cerdas bukan yang terlihat modern, tetapi yang benar-benar mencerdaskan,” tegasnya.

 

(EditorWartaBaru/BiroSumatera/169)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *