Bukittinggi (WartaBaru) — 70 (tujuh puluh) orang mahasiswa UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mengikuti seleksi wawancara untuk penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dari Bank Indonesia pada Senin (25/05/2026) di Ruang Visitasi Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Bukittinggi.
Tampak mahasiswa calon penerima bantuan pendidikan antri menunggu giliran untuk mengikuti wawancara yang dilakukan oleh Tim Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan BI. Para peserta diwawancarai satu per satu guna menilai kelayakan sebagai penerima bantuan pendidikan tahun 2026.
Humas BI Sumatera Barat, Afif Al Aziz mengatakan, tim wawancara Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan terdiri dari enam orang yang dipimpin oleh Kepala Tim, Lukman Hakim. Program tersebut telah berjalan sejak tahun 2020 dengan menyeleksi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Barat menjadi sasaran penerima bantuan pendidikan Kebanksentralan BI.
“Program ini sudah berjalan sejak tahun 2020 dengan sasaran mahasiswa perguruan tinggi di Sumatera Barat seperti UIN Bukittinggi, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, UIN IB Padang, UIN MY Batusangkar, Politeknik Negeri Padang, Universitas Bung Hatta, dan Universitas Dharma Andalas,” ujar Afif Al Aziz.
Ia menjelaskan, salah satu tahapan dalam program tersebut adalah seleksi administrasi yang dilakukan pihak kampus, kemudian dilanjutkan dengan wawancara oleh tim Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan BI. Hasil wawancara nantinya akan diumumkan oleh pihak Bank Indonesia bersama kampus terkait.
Menurut Afif, penerima bantuan pendidikan dari UIN Bukittinggi tahun ini yang akan ditetapkan berjumlah 55 (lima puluh lima) orang mahasiswa. Selain berasal dari keluarga kurang mampu, mahasiswa penerima bantuan juga harus memiliki prestasi akademik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,00.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Bukittinggi Dr. Edi Rosman menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas keberlanjutan program bantuan pendidikan kebanksentralan bagi mahasiswa UIN Bukittinggi. Sebanyak 70 orang mahasiswa yang akan mengikuti wawancara seleksi penerima bantuan pendidikan kebanksentralan serta akan disaring menjadi 55 orang penerima bantuan pendidikan Kebanksentralan BI.
“Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dari Bank Indonesia ini sangat positif dalam mendukung mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi. Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban pendidikan mahasiswa, tetapi juga mampu membentuk karakter, kepemimpinan, serta meningkatkan literasi keuangan mahasiswa UIN Bukittinggi. Calon penerima Program Bantuan Pendidikan ini akan disaring menjadi 55 orang dari 70 orang yang ikut seleksi.” ujar Edi Rosman.
Salah seorang calon penerima bantuan pendidikan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Program S1 Studi Perbankan Syariah, Suriyani Amanah yang memiliki IPK 4,00 selama lima semester mengaku program tersebut sangat membantu dirinya, terutama dalam bidang finansial dan pengembangan diri.
“Bagi saya beasiswa ini sangat terbantu dalam menunjang penyelesaian perkuliahan saya. Selain bantuan finansial, saya juga mendapatkan pengalaman seperti literasi keuangan, pengembangan diri, dan berbagai kegiatan sosial yang sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan mahasiswa FTIK Program Studi S1 Matematika, Triyardi Gusti Ananda dengan IPK 3,94 selama lima semester. Ia mengatakan bantuan pendidikan BI memberikan manfaat besar dalam mendukung pendidikan sekaligus meningkatkan pengalaman dan keterampilan diri.
“Alhamdulillah, bantuan beasiswa dari BI sangat membantu saya dari segi finansial untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu, saya juga memperoleh pengalaman dan peningkatan keterampilan melalui berbagai kegiatan yang diadakan Bank Indonesia,” katanya.
Melalui proses seleksi wawancara ini, diharapkan bantuan pendidikan kebanksentralan dapat diberikan kepada mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, dan komitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat. UIN Bukittinggi berharap program tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri dan menjadi generasi unggul di masa depan.
