Berita  

Petani Kopi Koto Hilalang Didorong Kelola Hasil Panen Jadi Produk Bernilai Tambah

Editor

Solok (WartaBaru.Id) — Petani kopi di Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, terus didorong untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil panen melalui pengolahan dan pengembangan usaha secara bersama. Upaya tersebut dilakukan Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok melalui program pengabdian kepada masyarakat di nagari tersebut.

Program yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Kelompok Usaha Kopi Nagari Koto Hilalang” itu menyasar kelompok usaha kopi yang beranggotakan 10 orang. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat meningkatkan kemampuan dalam mengelola hasil panen kopi, terutama pada pengolahan pascapanen, manajemen usaha dan pemasaran.

Dosen FKIP UMMY Solok, Helvita Roza, mengatakan potensi kopi di Nagari Koto Hilalang cukup besar untuk dikembangkan. Namun, selama ini sebagian hasil panen masih dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai tambah yang diterima petani masih terbatas.

“Selama ini, salah satu persoalan yang dihadapi petani adalah hasil panen kopi masih banyak dijual dalam bentuk mentah dengan harga sekitar Rp7.000 hingga Rp9.000 per kilogram. Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah yang diperoleh masyarakat dari komoditas kopi masih relatif terbatas,” ujar Helvita yang juga Dosen Pendidikan Biologi UMMY.

Menurut Helvita, persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam program pengabdian yang dilaksanakan UMMY. Masyarakat tidak hanya didorong untuk menghasilkan kopi, tetapi juga diberikan kemampuan untuk mengolah hasil panen agar memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Untuk itu, tim pengabdian mendorong pembentukan Kelompok Usaha Kopi Nagari Koto Hilalang. Kelompok tersebut diharapkan menjadi wadah masyarakat dalam mengembangkan usaha kopi secara bersama, mulai dari pengelolaan hasil panen, pengolahan hingga pemasaran.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program bersama stakeholder dan mitra pada 18 Mei 2026. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan manajemen usaha pada 23 Mei 2026 serta pelatihan pascapanen kopi pada 6 Juni 2026.

Dalam mendukung proses pengolahan kopi, kelompok usaha mendapatkan bantuan teknologi tepat guna berupa mesin pulper kopi basah 7 PK dan mesin huller kopi kering 7 PK.

Kehadiran kedua mesin tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mempercepat proses pengolahan sekaligus meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola hasil panen.

“Teknologi ini diharapkan dapat membantu kelompok mempercepat proses pengolahan kopi dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola hasil panen sehingga tidak hanya dijual sebagai kopi mentah,” tambahnya.

Penerapan teknologi tersebut kemudian dilanjutkan dengan uji coba produksi pada 19 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, anggota kelompok dilibatkan secara langsung dalam praktik penggunaan mesin agar teknologi yang diberikan dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selain pengolahan, program pengabdian juga memberikan pendampingan dalam manajemen dan pemasaran. Pelatihan pemasaran digital dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi sekaligus memperluas pasar produk kopi.

Helvita mengatakan, pengembangan kelompok usaha kopi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan produksi. Masyarakat juga perlu memahami bagaimana mengelola usaha, melakukan pencatatan administrasi, mengembangkan produk dan menyusun strategi pemasaran.

Ia berharap keberadaan Kelompok Usaha Kopi Nagari Koto Hilalang dapat menjadi langkah awal dalam membangun usaha kopi berbasis potensi lokal.

“Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah nagari, pengembangan Kelompok Usaha Kopi Nagari Koto Hilalang diharapkan dapat menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dan teknologi tepat guna, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas kopi yang dihasilkan petani setempat,” pungkas Helvita.

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan petani dalam mengolah hasil panen, tetapi juga membuka peluang usaha baru sehingga komoditas kopi dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Nagari Koto Hilalang.

Exit mobile version