Berita  

Polemik Konfercab NU Bukittinggi: Aturan Organisasi Tidak Boleh Dikalahkan oleh Kepentingan Kekuasaan

Bukittinggi (WartaBaru) – Datuk Mantari Sutan bersama sejumlah tokoh adat Priyono Dt. Tunggak Basa, Rasboy Dt. Rajo Malintang, Edigusrianto Dt Rajo Sampono, Yohanesriboy Dt.Rajo Ameh, dan Risnaldi yang tergabung sebagai kader NU Bukittinggi menyayangkan sikap PWNU Sumatera Barat dan caretaker yang ditugaskan PBNU dalam pelaksanaan Konfercab PCNU Bukittinggi.

Menurut mereka, Konfercab yang semula dijadwalkan pada 6 Juni 2026 di Hotel Nikita Bukittinggi ditunda karena tidak memenuhi kuorum. Namun beberapa hari kemudian konferensi kembali dilaksanakan di Kota Padang pada 14 Juni 2026.

“Kami berharap PWNU ke depan dipimpin oleh figur yang kompeten, tidak arogan, menghormati aturan organisasi, dan terbuka terhadap kritik serta masukan kader,” ujar Datuk Mantari.

Ia juga mempertanyakan pelaksanaan Konfercab PCNU Bukittinggi dan konferensi MWCNU Guguk Panjang yang menurutnya tidak diketahui secara luas oleh sebagian pengurus dan kader.

“Yang menjadi pertanyaan, mengapa agenda penting organisasi justru tidak melibatkan secara optimal pengurus ranting dan kader yang selama ini aktif berkhidmat di NU,” katanya.

Datuk Mantari menilai kaderisasi semestinya menjadi pertimbangan utama dalam pengisian jabatan organisasi. “Di Bukittinggi tidak kekurangan kader. Banyak yang telah lulus PD-PKPNU bahkan PMKNU. Karena itu, wajar jika kader mempertanyakan mengapa proses kaderisasi seolah tidak menjadi pertimbangan, sementara yang dipaksakan justru mereka yang kelayakannya masih menjadi pertanyaan,” tegasnya.

“Peraturan dibuat untuk dipatuhi, bukan untuk dicari celahnya. Aturan organisasi tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan kekuasaan. Ketika aturan diabaikan, yang dipertaruhkan bukan hanya wibawa organisasi, tetapi juga kepercayaan kader,” tutup Datuk Mantari.

(EditorWartaBaru/169)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *