Refleksi HARLAH GP Ansor 24 April 1934, Banser Bukittinggi Tegaskan Loyalitas pada Agama dan NKRI


Bukittinggi (Humas)— Peringatan Hari Lahir (HARLAH) Gerakan Pemuda Ansor yang disebut jatuh pada 24 April 1934 menjadi momentum refleksi bagi kader Ansor dan Banser di berbagai daerah, termasuk di Kota Bukittinggi. Momen ini dimaknai sebagai penguatan nilai perjuangan, kebangsaan, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, GP Ansor dikenal memiliki peran penting dalam membina generasi muda Islam yang moderat, toleran, dan berjiwa nasionalis. Dalam perjalanan sejarahnya, organisasi ini telah berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan.

Kasatkorcab Banser Kota Bukittinggi, Sidi Novi Zulfikar, menyampaikan bahwa peringatan HARLAH menjadi sarana untuk menguatkan kembali semangat juang para kader dalam menghadapi tantangan zaman.
“Peringatan HARLAH ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen kader Ansor dan Banser dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin serta keutuhan NKRI,” ujarnya.

Ia menambahkan, di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, kader Ansor dan Banser dituntut untuk tetap kokoh dalam prinsip, namun fleksibel dalam pendekatan sosial.

“Banser harus mampu menjadi pelindung umat, menjaga persatuan, serta menjadi garda terdepan dalam menangkal paham-paham yang dapat memecah belah bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam bidang keagamaan maupun kebangsaan, agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Peringatan HARLAH di berbagai wilayah biasanya diisi dengan kegiatan keagamaan seperti doa bersama, istighosah, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini mencerminkan bahwa Gerakan Pemuda Ansor tidak hanya hadir sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan sosial di tengah masyarakat.

Semangat HARLAH ini diharapkan terus menjadi energi bagi seluruh kader Ansor dan Banser untuk tetap istiqamah dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.

 

(EditorWartaBaru/BiroSumatera/169/

 

Exit mobile version