Berita  

Tumbuhkan Kecintaan Generasi Muda Tehadap Seni Budaya Minangkabau Melalui Workshop Olah Tubuh dan Keaktoran

Solok (WartaBaru) _ Krisis budaya dalam diri generasi muda Minangkabau telah mengakar. Hal ini disebabkan adanya pergeseran nilai budaya di dalam diri generasi muda, Dulu, nilai-nilai budaya Minangkabau itu dipakai dan diamalkan secara teguh. Sekarang, nilai-nilai budaya mengalami perubahan dan pergeseran. Dengan adanya, peristiwa-peristiwa sosial politik, pengaruh mordernisasi, dampak globalisasi, serta era digital yang langsung atau tidak langsung telah membawa wajah baru dalam penampilan adat dan budaya Minangkabau.

Menurut Ketua Yayasan Zona Cakrawala Solok, Zona Rida Rahayu, perubahan dan pergeseran ini terlihat pada pola hidup yang mementingkan nilai-nilai etika menjadi masyarakat materialistik yang mengabaikan nilai etika. Kenyataan seperti itu tidak hanya merupakan masalah krisis dalam nilai budaya dan bukan pula hanya masalah lokal masyarakat Minangkabau tetapi sudah menjadi masalah nasional seperti yang dijelaskan Prandji (2004) bahwa keterpurukan bangsa Indonesia bukan disebabkan tidak adanya nilai-nilai budaya baik yang dikenal melainkan tidak teraktualisasinya nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, salah satu penyebab perubahan ini yaitu pada masa dahulu budaya atau adat Minangkabau semarak karena masing-masing komponen masyarakat sangat peduli pada pemahaman, pengamalan, dan pembelaan terhadap nilai-nilai agama dan budaya Minangkabau. Namun, sekarang masyarakat Minangkabau mengalami kegoncangan budaya yang menyeret orang untuk mencari jalan kehidupannya sendiri-sendiri dengan kontrol sosial budaya yang lemah.

“Kontrol orang tua terhadap anak semakin lemah, pembentukan karakter melalui keluarga semakin dijauhkan oleh dampak ilmu dan teknologi. Karena anak merasa lebih hebat dalam ilmu dan teknologi daripada orang tuanya anak meremehkan pendididkan yang diwariskan orang tua”, ucap Zona Rida Rahayu di SMP Negeri 4 Kota Solok, Jumat (22/05/2026)

Menurut Zona, menyikapi kondisi tersebut Yayasan Zona Cakrawala Solok melaksanakan kegiatan yang menumbuhkan kecintaan generasi muda terdapap seni budaya Minangkabau, yakni melalui Kementerian Kebudayaan Program layanan produksi media untuk kategori penciptaan karya kreatif inovatif. Aadapun Tema kegiatan tersebut yaitu Revitalisasi bakaba: Transformasi seni tradisional menuju pertunjukan kontemporer berkelanjutan di kota Solok digelar workshop Olah Tubuh dan Keaktoran dalam Pelatihan Dasar Pertunjukan Seni Budaya Minangkabau “Bakaba dan Tutua Bakaba”.

Dalam sambutannya Kepala SMP Negeri 4 Kota Solok, Hurriyati, S.Pd mengatakan sangat mendukung kegiatan tersebut apalagi bekerjasama dengan sekolah sebagai pilar penggerak pelajar dalam berkesenian khusus randai dengan slogan gadih kamek bujang surau

Workshop Olah Tubuh dan Keaktoran ini mendatangkan narasumber Mila Kurnia Sari, S.S., M.Pd atau Mila, merupakan penulis naskah pertunjukan Perempuan Minangkabau dan mentor keaktoran Sumatera barat. Naskahnya sudah sampai ke Tingkat nasional yakni Naskah Pertunjukan Sama dengan Nol di tahun 2028. Naskah lain yang pernah ditulis yaitu Ketika Bulan Berwarna Merah tahun 2002, Cerita Cendol dan gelang Karet tahun 2003, Suara-Suara Patung tahun 2004, Inikah Sistem itu tahun 2013, dan Limpapeh Yang Hilang menjadi salah satu naskah di Kalampuan 2025. Narasumber kedua Karmilia Maghfudzah, S.Pd yang merupakan pengelola Sanggar Seni Sumbar dan musik Sumatera Barat dan fokus pada koreografi pertunjukan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Solok, H. Suryadi Nurdal yang membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Zona Cakrawala Solok yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan positif tersebut. Menurutnya, workshop ini bukan hanya menjadi ruang pembelajaran seni pertunjukan, tetapi juga langkah nyata dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya Minangkabau, khususnya tradisi Bakaba dan Tutua Bakaba.

Wawako juga mengaku bangga melihat antusiasme generasi muda Kota Solok yang memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya daerah. Menurutnya, semangat tersebut perlu terus dipupuk agar budaya Minangkabau tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup, berkembang, dan mampu bertransformasi menjadi pertunjukan yang kreatif serta relevan dengan perkembangan zaman.

“Seni budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga identitas, jati diri, dan kekuatan karakter masyarakat. Melalui seni pertunjukan, kita belajar tentang nilai-nilai kehidupan, adat, etika, kebersamaan, dan kearifan lokal yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” ucapnya.

Pemerintah Kota Solok, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang bertujuan melestarikan budaya lokal sekaligus membangun kreativitas generasi muda. “Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi perkembangan seni budaya di Kota Solok,” tutup Wawako.

 

(EditorWartaBaru/169)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *