
Bukittinggi (Humas) _ Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, menyampaikan pentingnya memperingati Hari Kartini sebagai puncak refleksi atas perjuangan perempuan-perempuan Indonesia dalam meraih kesetaraan pendidikan dan peran sosial yang strategis di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April.
Menurutnya, sosok Raden Ajeng Kartini tidak hanya menjadi simbol emansipasi perempuan, tetapi juga pelopor perubahan pemikiran yang mendorong kemajuan bangsa Indonesia melalui pendidikan. Silfia Hanani menilai bahwa perjuangan Kartini tetap relevan hingga saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan global di bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Rektor menyampaikan bahwa semangat Kartini harus dimaknai secara kontekstual oleh generasi muda kita, terutama mahasiswa-mahasiswi sebagai generasi muda bangsa Indonesia. “Perempuan masa kini, memiliki peluang yang jauh lebih luas untuk berkontribusi dalam berbagai sektor, baik akademik, sosial, maupun profesional”, tegas Prof. Silfia Hanani.
Lebih lanjut, Prof. Silfia Hanani menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melanjutkan cita-cita Kartini melalui penguatan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas. UIN Bukittinggi, lanjutnya, terus berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang mendukung kesetaraan gender dan pengembangan potensi mahasiswa-mahasiswi tanpa diskriminasi.
Selain itu, Prof. Silfia Hanani juga mengajak seluruh sivitas akademika UIN Bukittinggi untuk tidak sekadar memperingati Hari Kartini secara seremonial, tetapi menjadikannya sebagai ajang penguatan nilai-nilai perjuangan, kemandirian, dan intelektualitas perempuan.
Ia menambahkan bahwa mengenang Kartini berarti juga menghargai peran perempuan dalam sejarah perjuangan bangsa, sekaligus mendorong lahirnya generasi perempuan yang kritis, inovatif, dan berdaya saing global.
Sebagai penutup, Rektor berharap semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dapat terus menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil, maju, dan berkeadaban, dengan perempuan sebagai salah satu pilar utama pembangunan bangsa.
(Editorwartabaru/BiroSumatera/169)