Dalam catatan sejarah, Mahbub Djunaidi memegang peranan penting sebagai ketua umum perdana Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sebuah organisasi yang memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik dan sosial di Indonesia. Sejak awal, Mahbub telah menunjukkan bakat kepemimpinan yang luar biasa, memimpin dengan dedikasi dan integritas yang tinggi.
Sebagai seorang pemimpin, Mahbub dikenal sebagai “pendekar pena” karena keberaniannya dalam menyuarakan kebenaran dan membela kaum kecil.
Namun, minat Mahbub Djunaidi dalam dunia politik tidak hanya terbatas pada tulisan-tulisan dan sebatas menjadi Pimpinan Redaksi Duta masyarakat, bahkan sejak usia muda, Mahbub telah aktif dalam berbagai organisasi politik dan sosial.
Begitupun dengan perjalanan sosok Ketua Senat Mahasiswa (Sema) IAIN Madura Moh Syamsul Arifin, semenjak aktif dalam organisasi perkuliahan hingga saat ini masih tetap konsisten sebagai penyambung lidah aspirasi mahasiswa.
serupa Mahbub Djunaidi, (Sem) sapaan akrabnya sebelum menjadi Ketua Sema IAIN Madura, ia pernah menjadi Pimpinan Umum lembaga pers mahasiswa Activita yang menyuarakan berbagai kegelisahan ditananan Kampus IAIN Madura.
Sem telah menunjukkan jasa-jasa dan ciri-ciri khas kepemimpinan yang jauh melampaui tindakan seremonial semata. Sikap yang luar biasa tetap menjadi pilar utama dalam menjalankannya.
Dengan kepemimpinan yang visioner dan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai moral, Sem telah membuktikan bahwa keberhasilan sejati hanya dapat dicapai melalui integritas dan semangat yang tulus. Kejujuran dan integritasnya yang tidak pernah tergoyahkan membuatnya menjadi panutan bagi banyak orang yang mengenalnya.
(Tulisan yang dipersembahkan untuk sahabat seperjuangan di Harlah PMII ke-64)
