
Pamekasan, Penanggung Jawab (PJ) Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Mukhlis Nasir, mempercayakan PK IPNU-IPPNU UIN Madura untuk menjadi garda terdepan penjaga faham Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) An Nahdliyah di Perguruan Tinggi. Amanah ini disampaikan dalam momen silaturahmi yang hangat di Kantor PCNU Pamekasan, Sabtu malam, 13/09/2025.
Pertemuan tersebut menjadi ajang penting bagi kedua belah pihak. Ketua PK IPNU UIN Madura, Achmad Syarifudin, mengungkapkan rasa syukurnya atas bimbingan langsung yang ia terima dari pemimpin tertinggi NU di Pamekasan.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak arahan berharga dari KH. Mukhlis Nasir,” ujar Syarifudin.
Dalam arahannya, KH. Mukhlis Nasir menekankan peran vital IPNU-IPPNU di lingkungan perguruan tinggi. Beliau berpesan agar para kader muda NU menjadi garda terdepan dalam membentengi kampus dari berbagai ideologi yang bertentangan dengan Aswaja.
“Tetap semangat dan jangan menyerah dalam berjuang di perguruan tinggi. Tugas kalian adalah melestarikan Aswaja An Nahdliyah di kampus dan secara berani melawan faham radikal serta Wahabisme yang mungkin ada”, tegasnya.
Selain itu, KH. Mukhlis Nasir juga menyoroti pentingnya keberlanjutan kaderisasi. Beliau berharap setelah menyelesaikan studi di UIN Madura, para kader tidak berhenti berproses.
“Setelah lulus nanti, jangan lupa untuk melanjutkan perjuangan di organisasi otonom berikutnya. Bagi yang IPNU, lanjutkan ke Ansor. Sedangkan yang IPPNU, berproseslah di Fatayat,” pesannya.
Dengan amanah ini, PK IPNU-IPPNU UIN Madura kini mengemban tanggung jawab besar untuk menjaga dan menyebarkan ajaran NU di tengah-tengah dunia akademik, memastikan kampus tetap menjadi benteng pemahaman keagamaan yang moderat dan toleran.
Kontributor: Syaifurrahman Nabawi
Editor: Redaktur