“Kuda Hitam” Hendrajoni

Oleh: Revi Marta Dasta (Penggiat Sosial Politik)

Nama bupati Pesisir Selatan Hendrajoni Datuak Bando Basau mulai jadi perbincangan sebagai salah satu calon kuat untuk menjadi calon gubernur Sumbar periode selanjutnya. Setidaknya narasi itu dibangun oleh pengamat politik Erizal yang menilai sosok Hendrajoni lebih terbuka lebar menjadi salah satu calon gubernur yang diperhitungkan. Sebab, selain punya dua kaki dengan istrinya, Lisda Hendrajoni yang saat ini menjabat anggota DPR RI, Hendrajoni juga punya kaki ketiga. Yakni, Pesisir Selatan. Pesisir Selatan salah satu daerah yang paling solid pemilihnya. Kalau ada putra daerah yang maju ke provinsi, maka biasanya, dukungannya sangatlah besar. Nasrul Abit sudah membuktikan itu. Menang mendampingi Irwan Prayitno dan hampir menang melawan Mahyeldi,

Penulis yakin dukungan solid masyarakat Pesisir Selatan niscaya akan berlabuh kepada sosok Hendrajoni pada Pilgub Sumbar nanti. Jumlah pemilih Pesisir Selatan terbanyak nomor tiga sesudah Padang dan Agam dan perantau juga tersebar hampir disetiap kabupaten/kota di Sumbar terkenal solid merupakan keuntungan politik bagi Hendrajoni.

Selain dukungan yang solid, hendrajoni juga memiliki kepemimpinan yang kuat mulai dari karier kepolisian dan menerima kenaikan pangkat luar biasa dari Komisaris Polisi ke Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Kiprahnya di Polri juga tak tanggung-yanggung, pernah menjabat Kasat Narkoba Polres Metro Jaya Jakarta Selatan dan Kanit II Subdit V Bareskrim Narkoba Mabes Polri.

Hendrajoni juga dikenal sebagai bupati yang banyak prestasi dalam membangun Pesisir Selatan. Geliat pembangunan infrastruktur terlihat massif selama kepemimpinan Hendrajoni. Begitu juga berbagai penghargaan yang diraih oleh mantan polisi itu. Selama lima tahun kepemimpinan sebagai bupati di periode pertama, Hendrajoni banyak memberikan kemajuan dan perubahan positif bagi pembangunan Pesisir Selatan. Berkat sentuhan, ide, gagasan dan pemikirannya, Pesisir Selatan berubah menjadi kabupaten terkemuka di Sumatera Barat. Lebih Rp 4 triliun dana APBN bisa dibawa ke Pesisir Selatan untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, gedung-gedung perkantoran, pasar, rumah sakit, Puskesmas, bedah rumah dan lain sebagainya.

Dalam suatu kesempatan Hendrajoni mengatakan bahwa Ia tidak menyangka akan menjadi orang nomor 1 di Pesisir Selatan. Sejak tamat SMP dikampungnya, Kambang, Ia merantau melanjutkan pendidikan SMA dan kuliah di Jawa Timur. Jiwa merantau Hendrajoni bangkit mengikuti jejak leluhurnya. Ia meninggalkan kampungnya untuk mencari kehidupan yang lebih baik di daerah lain. Hendrajoni memegang kuat Tradisi “karatau madang di hulu, babuah babungo balun; marantau bujang dahulu, di rumah paguno balun”. Artinya Ia sadar bahwa menimba ilmu dirantau orang untuk nantinya bisa membangun kampung halaman.

Hendrajoni sosok yang disiplin dan merakyat selalu teringat dengan kampung halamannya. Ia menginginkan masyarakat bisa maju dan bangkit dari keterbelakangan. Tak heran Hendrajoni sering pulang kampung membantu masyarakat yang membutuhkan, sepeerti fakir miskin, yatim piatu dan mahasiswa yang melanjutkan pendidikan. Tak lupa Ia juga turut membantu pembangunan kembali kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) dikampungnya.
Jiwa sosial yang tinggi itu mendapatkan apresiasi luar biasa dari sejumlah tokoh masyarakat Pesisir Selatan yang mendorongnya untuk maju sebagai bupati. Maka pada Pillkada 2015 Hendrajoni maju dan menang mengalahkan pasangan Incumbent. Setelah digagal Pilkada 2020, Hendajoni kembali terpilih untuk periode keduanya tahun 2024.

Menurut penulis, Hendrajoni akan diperebutkan untuk dipinang oleh kandidat lainnya pada Pilgub nanti. Ia diprediksi menjadi “kuda hitam” dalam Pilgub, meskipun saat ini nama-nama Fadly Amran, Vasko Ruseimy, Eka Putra maupun Arisal Aziz muncul menghiasi dominasi calon gubernur. Tetapi jika diantara sosok tersebut mampu menggandeng Hendrajoni untuk berpasangan maka bisa diprediksi akan mampu menenangkan kontestasi Pilgub Sumbar.

Hendrajoni yang saat ini didapuk oleh Kaesang Pangerap sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumbar memiliki rekam jejak politik yang mumpuni dan memiliki kemampuan membaca arah politik. Sebagaimana pada Pilpres 2019 melabuhkan pilihannya kepada Calon Presiden Joko Widodo. Maka tak mungkin jabatan ketua DPW PSI Sumbar yang diembannya mendapatkan restu dari Joko Widodo, yang akan menjadi modal baginya dalam menata karir politiknya kedepan.

Exit mobile version