OPINI  

Indonesia Harus Mampu Meningkatkan Teknologi untuk Bersaing dengan Negara Maju

Oleh : Sidi Novi Zulfikar

Kemajuan suatu bangsa pada era modern tidak lagi hanya diukur dari melimpahnya kekayaan sumber daya alam, tetapi dari kemampuan menguasai ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi. Negara-negara maju mampu menjadi pemimpin dunia karena menjadikan inovasi sebagai fondasi pembangunan nasional. Indonesia memiliki seluruh potensi untuk mengikuti jejak tersebut, namun potensi itu harus didukung dengan penguasaan teknologi yang kuat agar mampu bersaing di tingkat global.

Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, letak geografis yang strategis, serta bonus demografi yang menjadi modal besar menuju Indonesia Emas 2045. Namun, seluruh potensi tersebut tidak akan memberikan nilai tambah apabila bangsa ini masih bergantung pada teknologi dari luar negeri. Bangsa yang hanya menjadi konsumen teknologi akan sulit mencapai kemandirian ekonomi maupun daya saing internasional.

Tokoh teknologi Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, pernah menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan syarat utama agar bangsa Indonesia dapat berdiri sejajar dengan negara-negara maju. Pemikiran tersebut hingga kini tetap relevan. Kemajuan teknologi tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan produktivitas industri, memperkuat pertahanan negara, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Di era transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), robotika, bioteknologi, energi terbarukan, hingga teknologi antariksa telah menjadi ukuran kemajuan suatu negara. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk-produk teknologi dunia, tetapi harus mampu menciptakan teknologi yang lahir dari hasil penelitian dan inovasi anak bangsa.

Al-Qur’an sendiri memberikan dorongan yang kuat agar manusia terus belajar, berpikir, dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang artinya, “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam membangun peradaban.

Demikian pula firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 yang menegaskan, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Ayat tersebut mengandung pesan bahwa perubahan menuju kemajuan harus dimulai dengan ikhtiar, kerja keras, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan riset yang mampu menjawab kebutuhan bangsa. Hasil penelitian tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, tetapi harus dikembangkan menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia industri. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan sektor industri harus diperkuat agar lahir ekosistem teknologi yang mampu menghasilkan produk nasional yang kompetitif.

Selain itu, pemerintah perlu meningkatkan investasi pada riset dan pengembangan teknologi. Negara-negara maju mengalokasikan anggaran besar untuk penelitian karena menyadari bahwa inovasi merupakan investasi jangka panjang. Indonesia juga harus memberikan ruang yang lebih luas kepada para peneliti, ilmuwan, dan inovator muda agar mampu menghasilkan karya yang berdaya saing internasional.

Indonesia memiliki seluruh modal untuk menjadi negara maju. Tantangan yang dihadapi bukanlah kekurangan potensi, melainkan bagaimana membangun komitmen bersama untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan pendidikan yang berkualitas, budaya riset yang kuat, inovasi yang berkelanjutan, serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan teknologi nasional, Indonesia tidak hanya akan menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi bangsa pencipta teknologi yang disegani dunia. Inilah jalan menuju Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan mampu bersaing dengan negara-negara maju.

Exit mobile version